Netral English Netral Mandarin
01:01wib
Putri salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yakni Jennifer Gates, sudah resmi menikah dengan pacarnya. Ia menikah dengan pria muslim dari Mesir bernama Nayel Nassar. Tim bulu tangkis putri China menjadi juara Piala Uber 2020 setelah mengalahkan Jepang pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) dini hari WIB.
Saat Pandemi, Omzet Perajin Keripik Pisang di Lebak Malah Naik Dua Kali Lipat

Sabtu, 18-September-2021 21:30

Keripik pisang kepok.
Foto : cookpadcom
Keripik pisang kepok.
12

LEBAK, NETRALNEWS.COM - Permintaan keripik pisang di Kabupaten Lebak, Banten selama pandemi COVID-19 meningkat sehingga dapat menggulirkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. 

"Kami menggeluti usaha ini sejak 15 tahun masih bertahan dan di tengah pandemi permintaan meningkat dua kali lipat, " kata Tati, seorang perajin keripik pisang di Sentral Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Sabtu (18/9/2021).

Produksi kerajinan keripik pisang hingga kini cukup diminati konsumen yang berasal dari Rangkasbitung, Tangerang, Jakarta dan juga Serang. 

Bahkan, selama pandemi berlangsung, permintaan konsumen meningkat dari produksi 30 tandan kini menjadi 60 tandan pisang kepok Lampung.

"Kami kini bisa mendapatkan omzet Rp2 juta dari sebelumnya Rp1 juta per hari, " katanya seperti dilansir dari Antara. 

Begitu juga perajin keripik pisang lainnya yang bernama Dudung. Warga Cimarga Kabupaten Lebak ini mengaku, setiap hari memasarkan produk kerajinan ke daerah Pandeglang, Serang, Cilegon dan Tangerang. 

Produksi keripik pisang kini banyak permintaan jenis manis dan asin, karena kualitas rasa cukup gurih untuk dijadikan makanan sambilan camilan.

Selama pandemi ini, kata dia, permintaan konsumen cenderung meningkat dari 25 tandan menjadi 50 tandan pisang. 

"Kami memproduksi usaha ini bisa membangun rumah dan menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Omas Irawan mengatakan pihaknya hingga kini terus melakukan pengembangan kerajinan pisang melalui pelatihan usaha maupun peningkatan diversifikasi produk juga pemberian sertifikasi halal. 

Selama ini, setiap tahun populasi perkembangan usaha kerajinan pisang yang dikelola masyarakat tumbuh sekitar empat sampai lima persen.

Peningkatan kerajinan pisang itu karena tingginya permintaan pasar dan tidak berdampak pandemi. 

"Kami mendorong kelompok-kelompok usaha kerajinan pengelolaan pisang dapat memberikan nilai tambah sehingga meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat," imbuhnya. 

Reporter : Antara
Editor : Irawan HP