Netral English Netral Mandarin
19:30wib
Hingga matchday kedua Euro 2020 (Euro 2021) terdapat satu negara yang sudah dipastikan tersingkir dari ajang sepak bola antarnegara paling bergengsi di Benua Biru yaitu Makedonia Utara. Indonesia sedang didera lonjakan kasus Covid-19 di sebagian besar daerah. Peningkatan kasus ini terlihat dari keterisian tempat tidur di rumah sakit oleh pasien Covid-19.
Lagi! Misteri Operasi Senyap Mau Ledakkan Pertamina oleh Laskar FPI Terkuak, Netizen: Sebaiknya Baret Merah Turun Tangan

Senin, 05-April-2021 22:30

Ilustrasi pengakuan terduga teroris Habib Nabil Al Jufri yang mengklaim simpatisan FPI.
Foto : Istimewa
Ilustrasi pengakuan terduga teroris Habib Nabil Al Jufri yang mengklaim simpatisan FPI.
31

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Seorang simpatisan Front Pembela Islam (FPI) yang ditangkap polisi di Jakarta beberapa waktu lalu mengaku mengetahui operasi senyap peledakan bom di Pertamina Pengalengan.

Pernyataan tersebut beredar dalam sebuah video berdurasai 2 menit 23 detik. Dalam video tersebut, pria bernama Nabil Al Jufri mengaku tahu pembuatan bom yang direncakan Habib Husein Al Hasny (terduga teroris).

"Saya atas nama Nabila Al Jufri selaku simpatisan FPI tahun 2019, saya mengetahui rencana pembuatan bom yang direncanakan oleh Habib Husein Al Hasny dan kelompoknya yang merupakan anggota laskar FPI dan simpatisan FPI," katanya.

Di akun FB Mak Lambe Turah, Senin (5/4/21), banyak netizen mengecam rencana tersebut. Bahkan ada netizen khawatir jika hal itu benar terjadi dan berharap Kopassus turun tangan.  

MLT: “Astaganaga k-droeennn.”

Cocooan Dalapan Salapan: "jangan kaget mak, saat saya aktif di GP Ansor, ada beberapa daerah di Kab. Bandung yang dicurigai jadi tempat kumpul2 kelompok mereka.. bahkan ada yg pernah buat latihan jihad2an..tapi sekarang udah agak mendingan semenjak GP Ansor besar lagi. gerak mereka juga sudah sempit. densus sudah mengepung mereka.."

Susan: “Mau benar at ga,,,semoga Negara kuat melawan pengacau yg mau merongrong .Semoga Aparat semua jangan lengah.”

CBi Log: “Sebelum kejadian sebaiknya kopasus baret merah turun tangan jgn hanya latihan di markas aja.”

Raymond Ambarita: “Kalau Kilang Pertamina Balongan?? SIAPA??"

Sebelumnya diberitakan, dalam video pengakuan Nabil tersebut, dia menyatakan pernah diperlihatkan video pembakaran bahan peledak bom yang ditunjukkan oleh seorang pria bernama Bambang. Nabil juga mengatakan pernah terlibat dalam penggalangan dana untuk pembuatan bom.

"Saya pernah diperlihatkan video uji coba pembakaran sedikit bahan peledak oleh Bambang di rumah saya di Bandung, saya menyetujui untuk mencari dukungan kepada DPW Kabupaten Bandung atas nama Kostat Budi Setiawan dan memberi tahukan, bahwa pembuatan bom dengan dana Rp 500 ribu. Saya pernah menyampaikan kepada DPD Jawa Timur yaitu Habib Ali, tentang perencanaan melakukan aksi ini, wilayah untuk wilayah lain wujud pembelaan kezaliman pemerintah terhadap para ulama," ujarnya seperti dilansir Suara.com.

Selain itu, dia juga mengklaim mengetahui pembentukan tim senyap di Bandung di bawah pimpinan seseorang yang disebutnya bernama Aba Aser, laskar FPI. Pembentukan tim itu disebutnya bertujuan meledakan pom bensin milik Pertamina. Rencana pemboman tersebut disiapkan sebagai bentuk protes atas penangkapan Habib Rizieq Shihab.

"Saya mengetahui pembentukan tim senyap di Bandung yang dipimpin oleh Aba Aser, selaku laskar FPI, DPC FPI Pengalengan yang beranggotakan, satu Angga, dua Dedi, tiga Rijal, empat Syaiful. Sasaran peledakan yaitu pom bensin Pertamina milik sinar pipa gas Pengalengan dengan tujuan untuk melakukan aksi teror kepada pemerintah sebagai wujud protes penangankapan Habib Rizieq Shihab, dan pembubaran FPI" jelas Nabil.

Sementara sebelumnya, seorang terduga teroris lannya juga mengaku simpatisan FPI, Ahmad Juniaidi alias AJ (47) diringkus Densus 88 Antiteror Polda Metro Jaya pada Senin (29/3/2021) lalu. Pengakuan itu diungkapkan Ahmad dalam video berdurasi 1 menit 52 detik.

Ahmad mengakui menjadi simpatisan FPI sejak sang imam besar kembali ke tanah air. Tak hanya itu, dia juga mengakui tergabung dalam jemaah pengajian Yasin Waratib di bawah pimpinan Habib Husein al Hasni, terduga teroris lainnya di Condet, Jakarta Timur.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto