• News

  • Opini

Ketika Kawasan Pariwisata Danau Toba Didukung Sarana Perkeretaapian

Analis Kebijakan Publik, Azas Tigor Nainggolan (duduk sebelah kiri)
foto: istimewa
Analis Kebijakan Publik, Azas Tigor Nainggolan (duduk sebelah kiri)

TAPANULI UTARA, NETRALNEWS.COM - Dua hari ini, tanggal 7-8 November 2019 saya diundang menjadi salah seorang narasumber pada kegiatan Direktorat Sarana Perkeretaapian melaksanakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) dengan tema "Pemanfaatan Teknologi Sarana Perkeretaapian dalam mendukung Kawasan Startegis Pariwisata Nasional (KSPN-Danau Toba) di Muara, Kabupaten Tapanuli Utara,  Sumatera Utara.

Bimtek diselenggarakan oleh Direktorat Sarana Perkeretaapian Dirjen Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan RI. 

Bimtek ini hendak memberikan pemikiran alternatif  sarana perkeretaapian untuk mengembangkan kawasan strategis pariwisata nasional Danau Toba bersama pemangku kepentingan dan Pemda di kawasan Danau Toba.

Transportasi mempunyai peranan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, pengembangan wilayah dan pemersatu wilayah  Republik Indonesia.

Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian disebutkan bahwa Perkeretaapian sebagai salah satu moda transportasi dalam sistem transportasi nasional yang mempunyai karakteristik pengangkutan secara massal dan keunggulan tersendiri.

Kereta api juga dapat diintegrasikan dengan moda transportasi lain, perlu dikembangkan potensinya dan ditingkatkan peranannya sebagai penghubung wilayah, baik nasional maupun internasional.

Peran nyata kereta api juga  untuk menunjang, mendorong, dan menggerakkan percepatan  pembangunan nasional guna meningkatkan distribusi  kesejahteraan rakyat.

Dalam menunjang peningkatan perekonomian nasional moda transportasi perkeretaapian perlu adanya strategi pengembangan layanan perkeretaapian nasional.

Salah satu strategi pengembangan layanan perkeretaapian dalam mendukung peningkatan perekonomian adalah dengan meningkatkan aksesbilitas masyarakat, termasuk salah di kawasan pariwisata.

Aksesbilitas merupakan salah satu  indikator utama dalam sistem transportasi. Juga untuk transportasi bagi akses di kawasan pariwisata. Akses dapat membuat lokasi yang dituju dapat dicapai dengan mudah dan efisien bagi perjalanan wisata.

Danau Toba merupakan danau alami berukuran besar di Indonesia yang berada di Kaldera Gunung berapi. Danau ini memiliki panjang 100 Km, lebar 30 Km dan kedalaman 1600 meter.

Danau ini terletak di tengah pulau Sumatera Utara dengan ketinggian permukaan sekitar 900 meter. Wisata Danau Toba merupakan wisata alam, selain melihat pemandangan alam Danau Toba turis dapat menikmati wisata air hangat dengan lokasi dibawah kaki Gunung Pusuk Buhit, gunung ini terletak di pulau Samosir. Gunung tersebut merupakan gunung aktif yang disakralkan oleh etnis Batak.

Melihat potensi pariwisata startegis Danau Toba  untuk mendukung pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba perlu difasilitasi dengan sarana kereta api.

Berdasarkan PP Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan Nasional menetapkan Danau Toba sebagai salah satu dari 88 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional.

Selanjutnya Danau Toba oleh presiden Jokowi dijadikan salah satu KSPN selain Borobudur, Labuan Bajo dan Mandalika.

Sudah sepantasnya memang Danau Toba mendapat perhatian khusus agar lebih akses masuk dan keluar bagi para wisatawan pengunjungnya.

Selama ini Danau Toba masih belum akses dan belum terlalu menjadi akses sebagai tujuan wisata strategis. Kekurangan itu disebabkan belum adanya sarana transportasi kereta api guna membuka akses lebih baik dan mendukung Danau Toba sebagai KSPN. 

Untuk mempercepat terwujudnya sarana kereta api di Kawasan Pariwisata Danau Toba perlu dukungan dorongan permintaan dari masyarakat Danau Toba kepada pemerintah pusat atau ke presiden Jokowi.

Melihat potensi besar kawasan pariwisata, sudah sewajarnya pemerintah memfasilitas pembangunan dan pengembangan daerah wisata Danau Toba untuk lebih dapat diakses dan dinikmati pemandangan alamnya. 

Selanjutnya, pengembangan dan pembangunan wisata Danau Toba dapat menjadi pendukung perekonomian nasional.

Berdasarkan Undang Undang No 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian, Pemerintah sebagai pembinaan perkeretaapian yang meliputi pengaturan, pengendalian dan pengawasan.

Pemerintah melaksanakan pengaturan, pengendalian dan pengawasan terhadap penyelenggaran transportasi dalam melaksanakan pelayanan publik. Termasuk juga pemerintah ingin memfasilitasi pengembangan sarana transportasi perkeretaapian di kawasan pariwisata Danau Toba.

Respon positif diberikan oleh peserta pertemuan dan berharap tetap ada bantuan pendampingan dari pemerintah pusat.

Disepakati juga bahwa untuk pengembangan transportasi akan dilakukan dengan membangun kesepakatan para Pemda di kawasan Danau Toba dan melibatkan investor swasta untuk mempercepat pembangunannya.

Para peserta pertemuan berharap agar pembangunan sarana kereta api di kawasan pariwisata Danau Toba.


Muara, Tapanuli Utara, 8 November 2019
Penulis: Azas Tigor Nainggolan
Analis Kebijakan Transportasi.

Editor : Taat Ujianto