• News

  • Opini

Dulu karena Agama, Kini Diajak Perang, Pro, dan Kontra Iran, Jangan Mau!

Birgaldo Sinaga
Facebook/Birgaldo
Birgaldo Sinaga

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tahun 80-an, aku masih bocah. Namanya bocah, isi kepalanya cuma tahu hanya bermain. Bermain samber elang. Bermain petak umpet. Bermain galah asin. Bermain layang layang. Bermain gundu. Bermain patok lele. Bermain sepakbola.

Dunia itu indah. Tak ada masalah. Itulah dunia anak-anak pada saat aku masih kecil.

Di malam hari, pukul 21.00 WIB, saluran berita di TVRI melaporkan perang Irak-Iran. Perang ini berlangsung bertahun-tahun. Dari saya ingusan sampai remaja, perang ini terus berlangsung.

Mengapa Timur Tengah selalu panas dan berperang?

Di media sosial ada dua kubu saling berseteru. Satu kubu pro Iran. Satu lagi kontra Iran. Keduanya getol mempengaruhi opini di medsos.

Apa sih yang dicari dari orang-orang ini sampe segitunya bertarik urat leher membela?

Ya, agama. Kepercayaan agama yang diyakininya itu mempengaruhi cara berpikirnya. Mempengaruhi keberpihakannya.

Apa untungnya buat Nusantara kita? Ngak ada. Rugi, iya. Banyak lagi.

Coba bayangkan. Nusantara kita abad ke-8 itu membangun Borobudur, Prambanan. Gemah ripah loh jinawi.

Di Timur Tengah sana, di abad yang sama sudah terjadi perang berdarah-darah. Terjadi perebutan kekuasaan sampai menantu dan cucu-cucu Nabi Muhammad SAW tewas. Dan lanjutannya sampai sekarang, terjadi serial permusuhan dan peperangannya. Antara Syiah vs Sunni.

Konyolnya, negeri gemah ripah loh jinawi ini yang secara genetika tidak punya gen Timur Tengah ikut-ikutan. Sibuk membangun opini.

Ini karena Amerika. Ini karena Israel. Kata pendukung Iran.

Ini karena Iran mau menguasai Timur Tengah (Timteng). Kata pendukung Saudi Arabia.

Lalu posisi gue pihak mana?

Sudah ngak guna berpihak sana-sini. Rakyat Nusantara itu kudu mikir leluhur, kita itu ngak ada garis keturunan dengan Timteng sana.

Kita selow-selow wae. Kita ngurus negeri kita wae. Kita adem-adem wae.

Mikirin Timteng cape coy. Sejak jaman jebot mereka sudah saling bantai-membantai. Sikat-menyikat.

Jadi, rakyat negeri kita ini genetikanya adem damai sentosa. Ngak punya gen bertempur. Lihat saja warisan leluhur kakek moyang kita. Perhatikan arca, prasasti, candi, dan lain sebagainya. Reliefnya pasti perdamaian, keindahan, kemakmuran.

Jadi, jangan mau diajak pro ini pro itu. Emang aslinya suka berperang mereka sejak jaman jebot.

Kita mah santuyy aja...ojo baper..

Salam perjuangan penuh cinta

Penulis: Birgaldo Sinaga

Editor : Taat Ujianto