• News

  • Opini

Minta Diistimewakan Rapid Test, DPR Habiskan Uang Rakyat seperti Anies

Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), Azas Tigor Nainggolan
foto: istimewa
Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), Azas Tigor Nainggolan

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota DPR RI marah setelah permintaan untuk lakukan test cepat (rapid test) Covic 19 oleh Presiden Jokowi. Para anggota DPR yang tidak terhormat itu tak terima atas protes rakyat yang menolak tindakan istimewa rapid test Civic 19.

Mereka katakan bahwa alat test tersebut mereka beli dari uang anggota DPR sendiri. Ahmad Baidowi, Anggota DPR dari Fraksi PPP mengatakan bahwa mereka kumpulkan uang sendiri lebih dari Rp100.000 per orang.

"Kebutuhan kami sebanyak 2.000 alat rapid test untuk anggota DPR beserta keluarganya. Sementara kami pesan 40.000 alat. Sisa alat itu kami sumbangkan. Untuk pemeriksanya juga dari tenaga medis klinik DPR. Jadi kami tidak mengambil dari fasilitas negara", jelas Ahmad Baidowi saat diwawancara via telelpon di KompasTv pagi tadi. 

Sombong sekali anggota DPR ini. Bilang itu uang yang dikumpulkan dari  Anggota DPR sendiri dan pemeriksa tenaga medisnya tidak ambil dari fasilitas negara. Apa pula alasannya mereka minta didahulukan?

Apakah martabat mereka sebagai anggota DPR lebih terhormat dari rakyat, dari para tenaga medis yang sudah berjuang melawan penyebaran Covid 19?

Justru anggota DPR itu sangat tidak terhormat. Sebagai anggota DPR, mereka lupa uang yang mereka klaim sebagai uang mereka itu adalah gaji dari uang rakyat serta korupsi dari uang rakyat.

Kritik dan protes masyarakat itu menandakan bahwa selama ini mereka sebagai anggota DPR tidak bekerja untuk kepentingan rakyat yang mereka klaim mereka wakili.

Rakyat protes karena anggota DPR itu sama dengan gubernur Jakarta Anies Baswedan yang tidak bekerja untuk masyarakatnya.

Sombong sekali mereka, anggota DPR memesan dan membeli sendiri alat rapid test sepihak. Sikap ini adalah kesombongan yang sangat tidak manusiawi karena hanya memikirkan diri sendiri.

Mereka, para anggota DPR tidak terhormat itu lupa bahwa merek bisa seperti sekarang dan kaya raya karena rakyat.  Mengapa tidak, mereka sumbangkan saja gaji mereka 6 bulan ini membantu kerja pemerintah menolong rakyat melawan penyebaran Covid 19? 

Atau mereka kembalikan uang rakyat yang mereka ambil itu dengan melakukan kegiatan kreatif membantu rakyat kecil yang  kesulitan terdampak akibat bencana Covid 19.

Jika itu yang mereka lakukan tentu masyarakat tidak akan menolak, bahkan akan menerima karena itu pengembalian uang rakyat.

Atas perilaku sombong dan tidak bekerja untuk rakyat itu bubarkan saja DPR karena tidak ada gunanya. Bubarkan saja DPR karena hanya memelihara koruptor yang hanya menghamburkan uang rakyat.


Jakarta, 25 Maret 2020
Penulis: Azas Tigor Nainggolan.
Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA).

Editor : Taat Ujianto