• News

  • Opini

Warga DKI Sudah Menjerit, Saatnya Anies Belajar ke FX Hadi Rudyatmo

Azas Tigor Nainggolan dan Gubernur DKI Jakarta ANies Baswedan
foto: istimewa
Azas Tigor Nainggolan dan Gubernur DKI Jakarta ANies Baswedan

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - "Selamat malam Bang, semoga sehat selalu sekeluarga jauhkan dari Corona. Sekarang saya sudah tidak jualan lagi di depan sekolah. Sudah hampir 2 minggu sekolah ditutup. Persediaan di rumah saya pun sudah mulai menipis. Semenjak wabah Corona sangat repot, di kampung banyak orang lapar. Tidak  bisa usaha. Takutnya jadi  banyak maling. Anies sih bicaranya enak ajak, larang-larang semua sekolah dan kantor suruh tutup. Sementara kami, rakyat sudah banyak yang lapar. Usaha harian kami berhenti",  tutur seorang pedagang di sekolah anak saya bercerita tentang kondisinya sekarang.

Teman pedagang itu jualan makanan Ketoprak dan  langganan saat saya menjemput anak dari sekolah.

Sedih bercampur marah saya mendengar kondisi teman saya pedagang ketoprak di atas. Sedih, saya mendengar dan membayangkan kondisi hidup sulit si pedagang bersama keluarganya.

Apalagi sekarang sudah tidak bisa berjualan berarti tidak ada pendapatan. Keadaan tanpa pendapatan berarti si pedagang  akan sulit menghidupi  keluarganya.

Marah, karena saya membayangkan kondisi hidup sulit itu tentu dialami oleh orang kecil lainnya juga seperti teman pedagang.

Kondisi negara ini yang  sedang alami bencana virus Corona sangat berdampak pada rakyat kecil para pedagang atau buruh harian sebagai korban paling rentan yang jumlahnya banyak sekali.

Para pedagang  dan buruh harian  harusnya mendapat prioritas perlindungan kehidupannya di tengah bencana seperti sekarang ini. Usaha atau pekerjaan mereka pendapatan atau penghasilannya banyak yang hanya untuk tabungan persiapan hidup harian atau 1-2 Minggu saja.

Sedih dan marah saya terhadap gubernur Jakarta Anies Baswedan yang hanya keluarkan peraturan warga Jakarta harus berkegiatan, bekerja dan belajar dari rumah. Anies memerintahkan semua sekolah, perkantoran, dan tempat publik seluruh tutup untuk memotong penyebaran virus Corona.

Memang seperti diuimbau oleh presiden Jokowi agar semua rakyat Indonesia menjaga kesehatan dan menyelamatkan bersama dari paparan virus Corona dengan berkegiatan dari rumah.

Sudah tepat langkah merumahkan dan menjaga jarak interaksi sosial agar Indonesia bisa lepas dari wabah virus Corona yang sedang melanda dunia sekarang ini. Adalah tugas dan kewajiban pemerintah untuk melindungi setiap warga negara dari wabah penyakit virus Corona yang berbahaya tersebut.

Tetapi, upaya melawan virus Corona itu jangan pula melupakan dampak ikutan atas kebijakan atau peraturan yang diambil. Seperti sekarang sudah mulai terasa adalah kesulitan hidup rakyat kecil sebagai dampak dari penutupan dan pembatasan interaksi sosial uang diambil pemerintah.

Secara nasional memang pemerintah sudah menentukan strategi penanganan virus Corona. Nah, sekarang bagaimana pemerintah daerah yang lebih mengetahui kondisi hidup warga membuat strategi atau kebijakan jaring pengaman sosial meringankan dampak buruk dari kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.

Begitu pula Anies Baswedan sebagai gubernur Jakarta sudah seharusnya sekarang membuat kebijakan jaring pengaman sosial bagi rakyat kecil di Jakarta agar tidak kesulitan hidupnya atau mati kelaparan atau meningkatnya kejahatan karena warga alami kesulitan sebagai dampak ikutan dari kebijakan penangan virus Corona.

Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah, Fransiskus Xaverius Hadi Rudyatmo membuat kebijakan jaring pengaman sosial berupa bantuan bahan pokok bagi warganya yang harus mengisolasi diri serta para rakyat kecil di daerahnya.

Cara ini mungkin bisa ditiru olah Anies Baswedan untuk membantu rakyat kecil di Jakarta. Anies bisa menggunakan anggaran Bantuan Sosial dalam APBD Jakarta untuk membuat program jaring pengaman sosial dampak dari situasi bencana virus Corona.

Saatnya uang warga Jakarta itu dikembalikan lagi pada warga bukan hanya diberikan sebagai bantuan sosial kepada kelompok-kelompok pendukung Anies Baswedan

Sebagai gubernur Jakarta,  tidak boleh hanya main larang-larang dan tutup-tutup saja kegiatan publik tanpa ada kebijakan jaring pengaman sosial bagi kehidupan sulit rakyat kecil.

Gubernur Jakarta Anies Baswedan harus bertanggung jawab melindungi kehidupan setiap warga Jakarta. Harap Anies Baswedan segera membuat langkah nyata melindungi warganya, khususnya rakyat kecil yang mendapatkan dampak sangat buruk bagi kehidupannya di tengah situasi sulit sekarang.

Sebagai gubernur Jakarta, Anies Baswedan jangan hanya melarang-melarang tapi tanpa solusi. Kepada para anggota DPRD Jakarta, marilah tetap bekerja jangan hanya makan gaji buta (magabut).

Awasi dan dorong agar gubernur Jakarta, Anies Baswedan membuat kebijakan berupa program  memberi bantuan kepada rakyat kecil di Jakarta sesegera mungkin.

Sebagai anggota DPRD kan kalian punya fungsi budgeting atau pengaturan anggaran. Nah gunakan fungsi budgeting kalian sebagai anggota DPRD Jakarta agar Anies membuat program jaring sosial berupa bantuan bahan pokok atau bantuan tunai untuk rakyat kecil yang mendapat dampak paling berat dari situasi bencana Covid 19.

Mari Anies Baswedan dan  anggota DPRD Jakarta bantu warga Jakarta yang sedang kesulitan hidup.


Jakarta, 26 Maret 2020
Penulis: Azas Tigor Nainggolan.
Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA).

Editor : Taat Ujianto