• News

  • Opini

Bandelnya Orang Indonesia, Istana Negara pun Dikencingi

Birgaldo Sinaga
foto: istimewa
Birgaldo Sinaga

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Nikita Kruschev dan Bung Karno pernah saling berkunjung. Mereka sohib kental.

Suatu hari, Kruschev berkunjung ke Jakarta. Bung Karno senang sekali. Saking senangnya, Bung Karno ingin menunjukkan kemajuan Ibu Kota Jakarta dengan mengajak Kruschev naik helikopter keliling langit Jakarta.

Lalu, naik helikopterlah mereka berdua. Sesampai di atas Monas dengan bangganya Bung Karno menjelaskan sejarah pembangunan Monas. Kruschev terkagum-kagum.

Tibalah di atas Istana Negara. Tiba-tiba Kruschev melihat ada pergerakan di tembok istana. Kruschev meminjam teropong. Bung Karno ikut melihat melalui teropong. Masya Allah..., dua orang penjaga istana sedang kencing.

"Mr. Soekarno.., itu dua orang dekat tembok sedang apa itu mereka," tanya Kruschev ingin tahu.

Muka Bung Karno memerah. "Maaf Kamerad Kruschev.., mereka sedang kebelet kencing. Tapi saya akan perintahkan mereka ditangkap. Ini memalukan," ujar Bung Karno mendidih menahan malu.

Lima bulan kemudian, gantian Bung Karno yang berkunjung ke Moscow. Bung Karno ingin balas dendam. Ia ingin mempermalukan Kruschev. Ia ingin naik helikopter keliling Moscow.

Sesampai di Moscow, Kruschev mengajak Bung Karno naik helikopter keliling Moscow.

"Lihat itu Kamerad..., itu ada yang kencing di dekat Istana Kremlin," teriak Bung Karno sambil tertawa senang.

Kruschev berang. Ia malu. Lalu menelepon KGB menangkap orang yang kencing itu. Tidak lama kemudian orang yang kencing itu ditangkap.

"Yang Mulia Bung Karno.., orang yang kencing tadi sudah kami tangkap. Tapi tidak bisa kami tembak mati," ujar Kruschev berbisik kepada Bung Karno.

"Lho, kenapa Kamerad.., memangnya siapa dia kenapa gak dihukum mati?" ucap Bung Karno heran.

"Dia Duta Besar Indonesia Yang Mulia," balas Kruschev lirih.

Oalahhhh....

Penulis: Birgaldo Sinaga

Editor : Taat Ujianto