• News

  • Opini

Kok Bisa Kebobolan Covid-19 Cluster Pelantikan Gubernur?

Birgaldo Sinaga
Istimewa
Birgaldo Sinaga

BATAM, NETRALNEWS.COM - Jumat, 24 Juli 2020, sekitar pukul 12.00 wib, handphone saya berdering.

"Bung Birgaldo..., hari Senin bisa berangkat hadir di pelantikan gubernur?" ucap teman lama IJ yang dulu sama-sama berjuang memenangkan Isdianto sebagai Gubernur Kepri.

Saya sedikit terkejut mendengar pesan tersebut. Maklum, sudah lama sekali kami tidak kontak. Saya sibuk di Jakarta. Sementara ia sibuk jadi Aspri Gubernur.

Pelantikan gubernur dilangsungkan  di Istana Negara oleh Presiden Jokowi pada Senin 27 Juli 2020.

Saya menjawab tidak bisa ikut dalam pelantikan. Saya fokus pada agenda kesehatan nomor satu.

"Terimakasih undangannya, Bung. Saya sekarang fokus stay di Batam. Bahkan urusan pekerjaan di Jakarta dan kota lain saya tunda selama pandemi ini," jawab saya.

Sedikit berbasa basi teman aspri Gubernur yang nampak semakin terawat ini meledek saya. Masak sama Covid-19 saja takut. Sementara melawan preman saja berani. Saya ketawa saja mendengar guyonannya.

Kemarin malam dini hari saya terkejut. Seorang teman jurnalis membisikkan pada saya. Gubernur Kepri Isdianto positif terkena Covid-19.

Sontak warga Kepri kalang kabut. Pasalnya ada ribuan orang bersalaman dengan gubernur usai dilantik di istana.

Bagaimana bisa Isdianto terkena Covid-19?

Diduga berasal dari pengawal pribadinya yang datang dari Medan. Walpri gubernur itu demam setiba di Jakarta. Ia memang tidak menjalani test swab karena tidak masuk dalam istana.

Penularan diperkirakan terjadi saat sesi pemotretan di hotel tempat menginap rombongan pelantikan.

Dari foto-foto pemotretan di hotel itu tampak protokol kesehatan  diabaikan. Tidak ada jaga jarak sama sekali. Bahkan tampak foto-foto para pejabat Kepri, anggota DPRD Kepri, tokoh masyarakat melakukan salam komando dengan gubernur.

Usai sesi pemotretan, gubernur Isdianto bersama rombongan pulang ke Tanjung Pinang. Di Bandara Haji Fisabililah Tanjung Pinang, ratusan warga mengambut gubernur. Lagi-lagi protokol kesehatan diabaikan.

Gubernur dan rombongan  setiba di bandara langsung berangkat menuju Pulau Penyengat. Di sana ratusan warga juga menyambut gubernur.

Malam hari, di Gedung Daerah para pejabat teras provinsi, kota dan kabupaten hadir mengucapkan selamat pada Gubernur Isdianto.

Hari ini, cluster pelantikan Gubernur menambah kasus baru Covid-19. Melonjak drastis. Ada banyak pejabat kepala dinas yang melakukan kontak dengan gubernur tercatat positif terkena Covid-19.

Terus terang sebagai kepala Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Gubernur Isdianto lalai pada protokol kesehatan. Padahal selama ini sebagai komandan perlawanan corona Isdianto  selalu wanti-wanti agar warga patuh pada jaga jarak, cuci tangan dan menghindari kerumunan.

Kelengahan melakukan protokol kesehatan membuat Provinsi Kepri khususnya Batam berada pada zona merah. Padahal sebelumnya kasus baru relatif rendah. Batam termasuk daerah yang landai kurva kasus Covid-19.

Cluster baru pelantikan Gubernur memberi warning keras pada kita semua. Jangan pernah anggap enteng protokol kesehatan.

Sekali abai, ribuan orang bisa tertular hanya dalam tempo sehari. Dan itu membuat tekanan ekonomi pada kita semakin berat.

Terkadang paranoid pada Covid-19 itu lebih baik daripada merasa sok jagoan. Andai saya ikut ke Jakarta menghadiri pelantikan, mungkin saja saya salah satu korban yang tertular.

Semoga  Gubernur Kepri dan teman-teman yang terkena Covid-19 lekas sembuh.

Penulis: Birgaldo Sinaga

Editor : Taat Ujianto