Netral English Netral Mandarin
02:51wib
Relawan Sahabat Ganjar kembali melakukan deklarasi mendukung Ganjar Pranowo untuk maju sebagai calon presiden 2024. Penembakan seorang ustad bernama Armand alias Alex di depan rumahnya Jalan Nean Saba, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Tangerang hingga kini masih menjadi misteri.
Orang Beriman Bantu Rp30 M untuk Palestina, Orang Kaf*r Rp2 T untuk RI, Mustofa: Yang Penting Bantu Tak Cuma...

Minggu, 01-Agustus-2021 08:55

Mustofa Nahrawardaya
Foto : Kolase Netralnews
Mustofa Nahrawardaya
59

JAKARTA, NETRANEWS.COM - Seorang netizen bernama The Last Man Standing @Dark_Anger1 melalui akun Twitternya membandingkan sejumlah donasi yang dilakukan pihak yang disebut “beriman” dan “kafir”. 

“Bedanya orang beriman dan orang kafir. Yang katanya beriman mencintai negeri orang, yg dikutuk kafir punya cinta sejati untuk tanah airnya,” kata The Last Man Standing sambil bagikan kolase foto dengan sejumlah catatan.

Tertulis di gambar tersebut “5,4 Miliar untuk Palestina, 30 Miliar untuk Palestina”, dan “2 Triliun untuk Indonesia.”

Politikus Mustofa Nahrawardaya mencuit tanggapan terhadap pernyataan tersebut.

“Yang penting, bantu uang. Berapapun. Tidak cuma ngirim pernyataan politik. Bayangkan kalau setiap negara. Setiap orang HANYA GAGAH PERKASA dalam pernyataan politik. #Palestina,” kata Mustofa, Minggu 1 Agustus 2021.

Untuk diketahui, keluarga besar dari pengusaha almarhum Akidi Tio membantu masyarakat Sumatera Selatan yang terdampak pandemi Covid-19. Tak tanggung-tanggung, bantuan yang diberikan mencapai Rp2 triliun.

Bantuan diserahkan oleh dokter keluarga Akidi, Prof dr Hardi Darmawan kepada Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri dan Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Lesty Nurainy di Mapolda Sumsel, Senin (26/7). Turut hadir Gubernur Sumsel Herman Deru.

Hardi menuturkan, dirinya dihubungi keluarga Akidi Tio yang bermaksud memberikan sumbangan kepada warga Sumsel. Dia yang sudah 48 tahun menjadi dokter keluarga, dipercaya menyerahkan bantuan itu.

"Keluarga besar almarhum Akidi Tio memberikan sumbangan sebesar Rp2 triliun. Harapannya, Sumsel bisa segera keluar dari situasi pandemi," ungkap Hardi.Dia mengakui keluarga besar Akidi Tio dikenal sejak lama sebagai dermawan. Sebelum pandemi, keluarga itu rutin menyantuni sejumlah panti jompo di Sumsel.

"Selama pandemi, keluarga juga membantu warga yang isolasi mandiri, tapi tidak dipublis," kata dia.

Hardi menjelaskan, Akidi Tio merupakan pengusaha asal Langsa, Nangroe Aceh Darussalam dan pernah tinggal di Palembang beberapa tahun. Akidi mengenal Kapolda Sumsel saat bertugas di Aceh. Dia memiliki tujuh orang anak yang semuanya sukses sebagai pengusaha, enam di antaranya tinggal di Jakarta dan satu orang tinggal di Palembang.

"Almarhum Akidi semasa hidupnya selalu ajarkan anak dan cucunya untuk peduli, ini yang terus dijalankan keluarganya," ujarnya.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri mengaku tak menyangka bakal menerima amanat untuk menerima bantuan sebanyak itu. Pihaknya segera membentuk tim untuk segera menyalurkan bantuan.

"Di dalam tim itu ada ahli yang mengerti apa kebutuhan warga Sumsel ini," kata dia.

Salah satu arah bantuan adalah ketersediaan oksigen, obat, insentif bagi tenaga medis, dan penyediaan tempat isolasi bagi masyarakat umum. Terpenting juga menambah laboratorium reaksi berantai polimerase (PCR) yang kini hanya ada 15 unit dan total berkapasitas 2 ribu sampel per hari.

"Nanti kita koordinasikan dengan tim ahli agar bisa direalisasikan," pungkasnya dinukil Merdeka.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Nazaruli