Netral English Netral Mandarin
21:08wib
Ebrahim Raisi dinyatakan sebagai presiden terpilih Iran setelah penghitungan suara pada Sabtu (19/6/2021). Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito terkonfirmasi positif Covid-19 menyusul aktivitasnya yang padat dalam dua pekan terakhir ini.
Said Didu: Hanya Orang Berjiwa Radikal yang Gampang Menuduh Orang Lain Radikal, Netizen: Copet Teriak Copet

Jumat, 09-April-2021 20:40

Muhammad Said Didu
Foto : Istimewa
Muhammad Said Didu
24

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Narasi apa itu “radikalisme” ternyata simpang siur di dalam masyarakat. Hal ini diperparah dengan cuitan berbagai tokoh. 

Hal ini tercermin ketika akun Republika menyampaikan  pertanyaan seperti apa  radikal. 

"Ustaz Syafiq Basalamah bersikap tak setuju dengan mereka yang mengkritik pemerintah, malah dilabeli radikal oleh komisaris Pelni. Menurut sobat Republika, Radikal itu seperti apa? #Rolmin," Republika.co.id @republikaonline, Jumat (9/4/21).

Muhammad Said Didu ikut angkat bicara. 

“Hanya orang berjiwa radikal yang gampang menuduh orang lain radikal,” kata Said Didu.

Sejumlah netizen pun memberikan komentar menggelitik.

@BartBadung: “Semakin menampakkan kebodohannya orang2 yg sering ngasih label radikal. Bener2 ngga punya ‘standar baku’ ttg apa itu definisi radikal Wajah topi koboi.”

@J4ck_Pipp0: “Benar!! Psikologi sederhana. Jempolan. Bgitupun fungsi bajeRp, hny utk menutupi keDunguan, iya gak sih? Wajah dengan tangan di mulut.”

@Alfamaulana01: “Insy umat lebih kuat, terus berlatih menghadap godaan dan gangguan dr unsur2 manapun.”

@btc_idn: “Ulama2 atau ustad2 ygbdisebut radikal krn tak sepaham dgn rezim,suka mengkritik keras.”

@sawwaqqadiim: "Jadi ingat trik "Copet Teriak Copet" !!Wajah menyipitkan mata dengan lidah terjulur."

Sementara sebelumnya diberitakan, Pengajian Ramadhan yang diadakan 1442 Hijriah yang digelar Badan Kerohanian Islam (Bakis) PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dibatalkan. 

Adalah Komisaris Independen PT Pelni Kristia Budiyarto alias Kang Dede yang menolaknya. Lewat akun Twitter, @kangdede77, dia menjelaskan jika pembatalan acara pengajian secara daring itu dilakukan tanpa izin direksi.

Kang Dede juga menengarai ustaz yang diundang berkategori radikal. Dia juga bahkan langsung mencopot pejabat PT Pelni yang terlibat menyelenggarakan kajian Ramadhan tersebut. 

"Selain itu pejabat yang terkait dengan kepanitiaan acara tersebut telah DICOPOT. Ini pelajaran sekaligus WARNING kepada seluruh BUMN, jangan segan-segan MENCOPOT ataupun MEMECAT pegawainya yang terlibat radikalisme. Jangan beri ruang sdktpun, BERANGUS," ucap Kang Dede seperti dikutip Republika, Jumat (9/4).

Dalam daftar penceramah yang diundang ada nama KH Cholil Nafis, Ustaz Firanda Andirja, Ustaz Syafiq Basalamah, dan Ustaz Rizal Yuliar Putrananda. Para ustaz itu sangat populer dan berbagai videonya dengan mudah diakses di Youtube. 

Khusus untuk Ustaz Syafiq Basalamah, ia kerap mengajak jamaah pengajiannya untuk tidak mengkritik, apalagi mencaci pemerintah. Video tersebut dapat dengan mudah diakses di Youtube.

Ustaz Syafiq Basalamah malah tidak setuju dengan gerakan 2019 Ganti Presiden. 

"Kalau kau lihat ada orang yang mencela pemimpinnya dan menjelek-jelekkan pemimpinnya, ketahuilah kalau dia itu pengikut hawa nafsu. Jangan dijadikan teman. Kita kasih nasihat, kita doakan dia, dan tanyakan kepada dia, 'apa setiap kali engkeu mencela pemimpinmu engkau dapat pahala'," ujarnya dalam salah satu ceramah.

Bahkan, potongan ceramah ustaz alumnus Universitas Islam Madinah, Arab Saudi, tersebut sempat disebarkan oleh pendukung Jokowi pada masa kampanye Pilpres 2019 kala melawan Prabowo Subianto. 

Kini, Ustaz Syafiq Basamalah malah dilabeli radikal oleh komisaris Pelni, Kang Dede yang juga dikenal sebagai pendukung garis keras Jokowi.

Sebelumnya, Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH M Cholil Nafis membenarkan jika agenda kajian Ramadhan 1442 di PT Pelni dibatalkan secara sepihak. 

Cholil rencananya diundang untuk mengisi kajian online zoom meeting Ramadhan dengan tema "Ramadhan Memperkuat dan Memperteguh Imam".

Cholil mengatakan, panitia Badan Kerohanian Islam (Bakis) Pelni memang mengundangnya untuk mengisi ceramah Ramadhan. Hanya saja, ia menerima saja jika memang acara itu akhirnya dibatalkan.

"Ya. Dulu sudah dikonfirmasi dari sebulan lalu ke saya. Saya tak tahu siapa saja yang mengisi di kajian hari lainnya. Tapi, tadi sudah di-WA ke saya bahwa seluruh kajian itu dibatalkan," ujar Cholil.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto