Netral English Netral Mandarin
21:44wib
Putri salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yakni Jennifer Gates, sudah resmi menikah dengan pacarnya. Ia menikah dengan pria muslim dari Mesir bernama Nayel Nassar. Tim bulu tangkis putri China menjadi juara Piala Uber 2020 setelah mengalahkan Jepang pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) dini hari WIB.
P3S Nilai Pujian Prabowo ke Jokowi Tidak Sesuai Fakta di Lapangan

Rabu, 01-September-2021 22:55

Pengamat politik Jerry Massie
Foto : Istimewa
Pengamat politik Jerry Massie
28

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie mengomentari para ketua umum partai politik (parpol) koalisi pemerintah yang memuji Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penanganan pandemi Covid-19. Pujian ketum parpol itu disampaikan saat bertemu Jokowi beberapa hari lalu di Istana Negara.

"Ada-ada saja narasi pimpinan parpol saat koalisi Jokowi bertemu di Istana. Sejumlah petinggi parpol pun menyanjung setinggi langit keberhasilan Jokowi dalam menangani Covid-19," kata Jerry kepada netralnews.com, Rabu (1/9/2021).

Salah satu yang disorot Jerry adalah pujian dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menilai cara Presiden Jokowi menangani pandemi efektif dan berada di jalan yang benar, serta keputusan yang dibuat Jokowi sudah tepat dan cocok dengan rakyat.

Menurut Jerry, pujian Prabowo kepada Presiden Jokowi terkesan naif dan di luar ekspektasi publik karena fakta di lapangan kontras dengan apa yang disampaikan Menteri Pertahanan itu.

"Pujian Prabowo menurut saya agak naif dan di luar ekspektasi publik. Saya bingung paling ada apa-apanya hingga Jokowi dipuji habis-habisan. Tapi fakta di lapangan justru berbeda," ujarnya.

Jerry kemudian membeberkan sejumlah fakta pemerintahan Jokowi yang tidak maksimal dalam penanganan pandemihingga Indonesia pernah menduduki peringkat pertama negara dengan jumlah angka kematian dan kasus harian positif Covid-19 tertinggi di dunia.

"Pujian Prabowo berbeda atau bertolak belakang dengan realita sesungguhnya di lapangan yang mana pada 27 Juli 2011 Indonesia sempat rangking 1 di dunia paling banyak terpapar Covid-19 yakni dibatas 50 ribu orang," ungkap Jerry.

"Selanjutnya, peringkat ke-1 di Dunia 24 Agustus 2021 dengan 19.106 Positif. Bahkan akhir Indonesia rangking 1 di dunia jumlah kematian terbanyak di dunia prosentasenya 1.579 kematian pada pertengahan Agustus," sambungnya.

Ditambahkan Jerry, pada akhir Desember 2020, BPK mengungkapkan pemerintah telah menggelontorkan anggaran penanganan pandemi mencapai Rp1.035 triliun yang sebagian besar berasal dari APBN, namun hasilnya kurang maksimal sehingga Indonesia masih dilanda pandemi Covid-19.

"Faktor lain anggaran Covid-19 menurut BPK pada Desember 2020 mencapai Rp1.035 triliun tapi hasilnya justru tak memuaskan. Indonesia negara terlama di dunia Covid-19 di mulai dari bulan Maret 2020 dan kini lamanya sudah 1,5 tahun," ungkapnya.

Tak hanya itu, Jerry juga menyinggung soal distribusi vaksin Covid-19 yang belum merata hingga beragam upaya dan istilah yang digunakan pemerintah dalam membendung penyebaran Covid-19, dimulai dari memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

"Sejumlah program dari PSBB darurat, mandiri, new normal, PPKM level 1-4 semua tak maksimal. Singapura sudah mencapai 80 persen vaksin. Sementara Indonesia baru menggunakan vaksin sekitar 24,49 persen dari total populasi Indonesia. Dan telah menyuntikan lebih dari 67 juta dosis vaksin Covid-19, tepatnya 67.761.337 dosis," bebernya.

Karena itu, Jerry berpendapat sanjungan Prabowo kepada Jokowi terlalu berlebihan. "Bagi saya tak perlu banyak menyanjung. Dalam survei pun banyak yang berpendapat Jokowi gagal menangani Covid-19," tandasnya.

Seharusnya, lanjut Jerry, Prabowo mengingatkan agar pemerintah tetap fokus bekerja menangani pandemi. "Jadi bahasa Prabowo lebih tetap fokus dan komitmen bekerja menangani Covid-19, mencari solusi yang brilian, bagaimana keluar dari pandemi jadi bahasa mengingatkan tak jangan puas dulu," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, pujian Prabowo Subianto kepada Presiden Jokowi dilontarkan saat pertemuan pimpinan partai koalisi pendukung pemerintah dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta pada Rabu (25/8/2021).

Prabowo menyebut kepemimpinan Jokowi efektif dan berada di jalur yang benar dalam menangani pandemi Covid-19. Keputusan yang diambil Jokowi, disebutnya cocok dengan rakyat.

Karenanya, Prabowo mengaku menaruh hormat kepada Jokowi dan mengapresiasi kerja Kabinet Indonesia Maju yang dinilainya kompak bekerja menangani pandemi Covid-19. Menteri Pertahanan itu juga meminta Presiden untuk tidak menghiraukan suara sumbang yang memperkeruh suasana.

"Kami rasa bahwa dengan suara-suara yang ingin memperkeruh keadaan itu tidak perlu dihiraukan. Kita sudah ada di jalan yang benar. Kepemimpinan Pak Jokowi efektif Pak. Saya mengakui itu dan saya hormat ke Bapak. Saya lihat, saya saksi, saya ikut di kabinet," kata Prabowo, dikutip dari video yang diunggah di akun YouTube Sekretariat Presiden pada Sabtu (28/8/2021).

"Kepemimpinan, keputusan-keputusan Bapak cocok untuk rakyat. Tim kita saya kira bagus, tim kita di kabinet cukup kompak dan kita kerjanya baik. Jadi, mohon Bapak jangan ragu, we are on the right track," ungkap Prabowo.  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati