Netral English Netral Mandarin
13:34wib
Hampir seluruh negara di dunia meningkatkan pembatasan Covid-19 ketika kasus varian Delta melonjak, yang tidak sedikit orang menentangnya. Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa bahu-membahu berupaya melawan pandemi Covid-19.
Pakar Biologi Molekular Ini Minta Pemerintah Stop Tes GeNose C19, Ada Apa ?

Senin, 21-Juni-2021 20:40

Tes GeNose C19
Foto : Istimewa
Tes GeNose C19
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pakar Biologi Molekular Ahmad Utomo meminta pemerintah menghentikan penggunaan GeNose C19, alat tes Covid-19 yang diciptakan Universitas Gajah Mada (UGM).

Permintaan tersebut diungkapkan peraih Postdoctoral Fellowship Harvard Medical School itu melalui akun Twitternya. Dirinya menyatakan, alat tes Covid dengan cara ditiup tersebut dinilai belum terbukti memiliki validasi minimal dari tiga kampus merdeka.

"Mohon sangat, stop penggunaan Genose. Untuk verifikasi perjalanan kembalikan ke tes standar baku, kecuali sudah ada bukti validasi Genose dari minimal 3 kampus merdeka," kata Utomo melalui akun Twitter-nya, @PakAhmadUtomo, Senin (21/6/2021).

Seorang netizen pun kemudian menanyakan literatur ketidakakuratan tes GeNose C19.

"Izin, Pak, apakah ada literatur terkait dengan Genose yang tidak akurat? Jika ada, mohon berkenan dishare, dan kenapa Kemenkes sudah mengeluarkan emergency use of authorization. Terima kasih," sahut netizen pemilik akun @diondbelmont.

"Waduh, saya malah belum tahu apakah sudah ada publikasi Genose itu sendiri. Saya maklum itu perlu waktu. Tapi sebelum dijadikan alat verifikasi perjalanan, mengapa tidak menunggu hasil validasi dari kampus merdeka dulu ya," jawab Utomo.

"Kemarin kami di pondok pesantren screening pake Genose, hasilnya lebih dari 50% peserta screening positif semua. Lalu yang positif dicek lagi pakai swab antingen, semua hasilnya negatif," netizen pemilik akun @findkorin bercerita.

"Saya sebetulnya lebih kuatir ke hasil Genose yang negatif, apakah beneran negatif?" jawab Utomo.

Lalu sejumlah netizen membagikan kisah-kisah tentang ketidakakuratan hasil tes Covid-19 dengan Genose.

Pemilik akun @Tria_Diar memposting dua lembar berkas hasil tes dengan Genose dan Antingen. Pada berkas tes Genose dinyatakan positif Covid-19, sedang pada berkas tes Antingen yang dikeluarkan Klinik Utama Taradita 48, Jakarta, dinyatakan negatif Covid-19.

"Asli sih, gamau percaya lagi sama genose ha ha ha…," katanya.

Yang lebih seram isi cuitan pemilik akun @hennyzrr yang diposting @Teh_L.

Dalam cuitannya, @hennyzrr mengatakan begini: “Ada pasien: Saya mau pulang dari Padang ke Jkt. Saat diswab antingen hasilnya (+). Jadi saya ganti pakai genose, dan hasilnya (-). Dan akhirnya bisa naik pesawat ke jkt. Saat itu saya sudah sumang2 (agak demam suhu 38C). Beruntungnya saya bisa sampai ke Jkt. Can u see??”

GeNose C19 mulai diuji coba pada 7 Februari 2021 di Terminal Bus Pulogebang, Jakarta Timur, dan setelah itu diterapkan di terminal-terminal lain, stasiun kereta dan bandara di seluruh Indonesia.

Hingga Senin (21/6/2021) ini pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menyediakan GeNose di 65 stasiun, setelah menambah dua stasiun yang menyediakan layanan tersebut, yaitu Stasiun Cilacap di Daop 5 Purwokerto dan Stasiun Mambang Muda di Divre 1 Sumatera Utara.

"KAI berkomitmen untuk terus menambah stasiun yang melayani pemeriksaan GeNose C19. Hal ini dalam rangka memberikan pelayanan kepada pelanggan untuk memenuhi syarat bepergian dengan Kereta Api Jarak Jauh pada masa pandemi COVID-19," kata VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam pernyataannya, Senin, seperti dilansir Antara.

GeNose C19 dibuat oleh para ahli dari UGM untuk mendeteksi infeksi virus Corona melalui embusan napas, dan telah mengantongi izin edar dan izin pakai dari Kemenkes RI. Oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub), alat ini dijadikan salah satu alternatif skrining kesehatan di berbagai moda transportasi umum untuk mendeteksi afa tidaknya infeksi Covid-19 pada diri calon penumpang moda transportasi tersebut.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani