3
Netral English Netral Mandarin
17:01 wib
Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan korupsi Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dalam sejumlah proyek infrastruktur lainnya di Sulsel. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan program vaksinasi mandiri atau gotong royong tidak ditujukan untuk komersil.
Pakar: Ini Konsekuensinya Jika Demokrat Tak Segera Lakukan Konsolidasi Internal

Sabtu, 06-Februari-2021 14:10

Emrus Sihombing.
Foto : RMOL
Emrus Sihombing.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pakar komunikasi politik Emrus Sihombing mengomentari polemik di internal Partai Demokrat (PD) menyusul pernyataan Ketua Umum PD Agus Harimurti Yudhoyono soal adanya gerakan politik pengambilalihan paksa kepemimpinan partai berlambang bintang mercy itu.

Menurut Emrus, DPP Partai Demokrat harus segera melakukan konsolidasi internal untuk memperkuat soliditas dan kepemimpinan partai agar mampu mengelola pengaruh dan kepentingan dari berbagai kekuatan politik, baik yang datang dari kader maupun dari luar kader.

"Untuk itu, perlu dilakukan komporomi politik oleh semua faksi yang ada di internal PD, yang dilakukan dalam bentuk kesetaraan dan demokratis. Sebab, politik itu merupakan seni berkompromi antar kekuatan politik," kata Emrus dalam keterangan tertulisnya yang diterima netralnews.com, Sabtu (6/2/2021),

"Tidak boleh terjadi ego faksi (merasa faksinya lebih utama dari faksi lain yang ada) dan faksi ego (membangun super power dalam satu faksi tertentu) karena historical," sambungnya.

Jika konsolidasi internal tidak dilakukan dengan sesegera mungkin, lanjut Emrus, bisa terjadi arus input politik dari dalam dan dari luar partai semakin deras yang membutuhkan energi yang tidak sedikit dalam mengelolaanya menjadi output politik ke depan dan semakin sulit membangun soliditas di internal partai dalam kurun waktu tertentu.

"Konsekuensi lanjutan, tentu sebagai suatu hipotesis, bisa saja sosok yang disebut- sebut akhir-akhir menjadi Ketum partai boleh jadi kenyataan, tentu atas keinginan pemilik hak suara, sebagai efek komunikasi politik "pantul cermin," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani