Netral English Netral Mandarin
04:37wib
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mewacanakan mengganti maskapai BUMN PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan Pelita Air milik PT Pertamina (Persero). Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar unjuk rasa mengevaluasi 2 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf bersama Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak), Kamis (28/10).
Pakar Pidana Sebut Penangkapan Yahya Waloni Murni Penegakan Hukum

Jumat, 27-Agustus-2021 15:47

Penceramah Yahya Waloni (YW)
Foto : Istimewa
Penceramah Yahya Waloni (YW)
19

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad menanggapi penangkapan seorang penceramah Yahya Waloni (YW) yang diduga melakukan penodaan agama karena menyebut Bible palsu. Ia berpendapat, hal ini murni penegakan hukum.

"Ini murni penegakan hukum, karena semua sudah sesuai aturan. Artinya, menurut penegak hukum perbuatan YW yang diduga menodakan agama. Lantas ada masyarakat yang melapor, kemudian dilakukan penegakan hukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku oleh Polri," kata Suparji dalam keterangan persnya, Jumat (27/8/2021).

"Jadi ada proses hukum yang telah dilakukan. Proses tersebut untuk menemukan alat bukti bukan untuk mencari-cari kesalahan. Jika ada asumsi kriminalisasi. Saya kira itu perlu diuji," sambungnya.

Selain itu, Suparji menyebut penangkapan YW juga tidak dapat dimaknai sebagai perimbangan rasa keadilan dalam penegakan hukum terhadap penista agama. Maka, bukan berarti kemarin ada yang ditangkap karena diduga menghina Nabi Muhammad, lantas sekarang supaya adil YW ditangkap.

"Tidak bisa dimaknai demikian, karena tidak ada dalam ilmu hukum soal perimbangan penegakan hukum. Bila perimbangan, maka ini disebut kompromi hukum dan jelas itu dilarang. Yang menimpa YW bukan kompromi hukum, tapi penegakan hukum," paparnya.

Meski demikian, Suparji berharap pemeriksaan terhadap YW berjalan sesuai aturan. Apa yang menjadi hak YW, maka harus diberikan.

"Dan peristiwa ini menjadi perhatian  kepada penceramah serta pemuka agama, agar dalam memberikan ceramah sesuai dengan ajaran agama masing-masing, memberikan pencerahan dan kesejukan.Tak perlu jauh mengomentari kepercayaan orang lain yang dapat menimbulkan masalah hukum karena menista," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Yahya Waloni ditangkap polisi di kediamannya di Perumahan Permata Cluster Dragon, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Kamis (26/8/2021) sore.

Penindakan itu didasarkan pada pengusutan kasus yang dilaporkan oleh Komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme pada Selasa (27/4/2021) lalu atas dugaan penistaan agama karena ceramahnya yang menyebut Bible itu palsu. Dalam kasus ini, Yahya dilaporkan bersama pemilik akun YouTube Tri Datu.

Pelaporan tersebut tertuang dalam Laporan Polisi (LP) Nomor: LP/B/0287/IV/2021/BARESKRIM. Yahya Waloni dilaporkan dengan dugaan kebencian atau permusuhan individu dan/atau antargolongan (SARA) pada Selasa (27/4/2021).

Yahya Waloni diringkus polisi dua hari setelah YouTuber Muhammad Kace alias Muhammad Kece ditangkap pada Selasa (24/8/2021) malam di Bali. Kace juga terjerat kasus serupa terkait penistaan agama.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati