Netral English Netral Mandarin
23:22wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Pakar Sebut Indonesia bisa Fasilitasi Konflik Afghanistan Asalkan…

Sabtu, 21-Agustus-2021 11:30

Pakar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia (UI) Prof Hikmahanto Juwana
Foto : Istimewa
Pakar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia (UI) Prof Hikmahanto Juwana
27

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pakar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia (UI) Prof Hikmahanto Juwana mengatakan Indonesia bisa memfasilitasi atau sebagai penghubung untuk dialog perdamaian antara Pemerintah Afghanistan dengan kelompok Taliban asalkan diminta kedua belah pihak."Kalau misalnya sebagai penengah mencari solusi bersama, maka harus diminta terlebih dahulu oleh kelompok-kelompok yang ada di Afghanistan," kata dia saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (21/8/2021). 

Namun, apabila pihak-pihak yang terlibat tidak meminta bantuan Indonesia, maka disarankan Indonesia tidak masuk ke ranah tersebut."Jangan sampai seolah-olah kita dianggap sebagai pahlawan kesiangan," kata Hikmahanto yang pernah menjadi Staf Ahli Menteri Koordinator Perekonomian Kwik Kian Gie tersebut. 

Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani tersebut berpendapat jika nantinya Indonesia diminta oleh pihak-pihak yang bertikai, maka ada beberapa figur atau tokoh yang dinilai bisa menjembataninya. 

Sebab, sebelum ini Indonesia pernah berusaha menengahi konflik berkepanjangan di Afghanistan dengan mengutus Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan 12 Jusuf Kalla."Kemudian ada pak Hassan Wirajuda juga pernah menengahi pihak-pihak yang bertikai," ujar dia. 

Kendati demikian, ia tetap mengingatkan situasi yang terjadi hari ini di Afghanistan bukan perkara mudah sehingga Indonesia diminta ber hati-hati jika menentukan sikap.Apalagi, di Afghanistan terdiri atas banyak suku. Selain itu, sebelum Taliban menguasai Kabul dan kota-kota lainnya, kelompok tersebut hanya berhadapan dengan Amerika Serikat atau pemerintah yang didukung oleh Negeri Paman Sam tersebut. 

Tetapi, setelah Amerika Serikat keluar dari Afghanistan, mereka tidak memiliki musuh dan hal tersebut berpotensi menimbulkan gesekan antara faksi-faksi yang ada di Taliban. Di luar itu, Taliban juga harus berhadapan dengan kelompok anti-Taliban.

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli