Netral English Netral Mandarin
10:53wib
Sejumlah Guru Besar meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memeriksa Firli Bahuri Cs. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berkelakar bakal menjadi tim sukses Sandiaga Uno pada pemilihan presiden 2024 mendatang.
Palestina Dihantam Roket Narasi Mematikan, HNW: Bagian dari 'Zaman Edan', Netizen: Yang Edan Siapa Pak?

Rabu, 26-Mei-2021 08:40

Hidayat Nur Wahid
Foto : Istimewa
Hidayat Nur Wahid
2

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Hidayat Nur Wahid berpendapat bahwa masalah Palestina yang saat ini dibombardir narasi menyesatkan mengingatkannnya pada ramalam Ronggo Warsito tentang “Zaman Edan.”

"Dan itu bagian dari “zaman edan”. Pujangga Besar ; R Ng Ronggo Warsito(wafat thn 1873) pernah ingatkan&berikan pegangan agar selamat dari “zaman edan” itu, dg tidak ikut2an edan/gila,tetap ingat jatidiri&waspada;“Sabegjo begjaning kang lali, luwih begja kang eling lan waspodo”, kata Hidayat Nur Wahid, Rabu 26 Mei 2021.

Pernyataannya disampaikan untuk membalas cuitan akun cholil nafis @cholilnafis yang mengatakan: “Sekarang perang narasi itu melebih serangan roket yg menghancurkan persepsi kebenaran jadi buram dan memutarbalikan fakta,”

“Palestina digempur roket yg mematikan, sedangkan pendukung luar negeri dihantam dg narasi yg mematikan akal sehat,” imbuhnya.

Seorang netizen di antaranya malah membalas:

@aewin86: “Yang edan siapa pak?”

Sementara akun Cholil Nafis juga mengunggah tautan IG yang mengulas tentang “Catatan Demokrasi TVONE”, sebagai berikut:

"Video ini saya mendapat kiriman dari guru saya di Menara 165, Pak @ary.ginanjar di WAG. Tentu saya ucapkan terima kasih.

Akar masalah Palestina itu krn ada Zionis yg meyakini berdasarkan kitab sucinya, Talmud bahwa Palestina adlh negeri Yahudi yg dijanjikan. Tgl. 1917 deklarasi Balfour memperkeruh situasi dg makin banyaknya kaum Yahudi yg hijrah dari Eropa ke Palestina. Bahkan mendirikan negara Israel pada 14 Mei 1948 M. Inilah yg mengakibatkan perang dg negara2 Arab disekitarnya.

Klo mengklaim Yahudi yg punya negeri itu berdasarkan nenek moyangnya tentu tak logis krn seperti Amerika, Australia dan New Zealand juga bukan penduduk dari nenek moyangnya. Nenek moyang kita Nabi Adam saw.

Apapun alasannya, yg jelas peperangan, apalagi kekejaman kpd penduduk tak bersalah, perempuan dan anak2 tentu melanggar kemanusiaan. Tak perlu sampai cerita soal agama, sebagai manusia aja pasti tak setuju dg kebiadaban Israel.

Karenanya, dimana ada rakyat terzholimi maka sebisa mungkin kita menolongnya. Menolong yg konflik itu derajatnya besar. Rasulullah saw. bersabda:

‎أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَفْضَلَ مِنْ دَرَجَةِ الصَّلَاةِ، وَالصِّيَامِ، وَالصَّدَقَةِ؟ " قَالُوا: بَلَى. قَالَ: " إِصْلَاحُ ذَاتِ الْبَيْنِ. وَفَسَادُ ذَاتِ الْبَيْنِ هِيَ الْحَالِقَةُ "

"Maukah kukasih tahu amalan yang memiliki pahala lebih dari pada shalat, puasa dan shadaqah? Mereka sahabat menjawab “Iya wahai rasul”. Maka Rasul menjawab, “Mendamaikan perselisihan di antara kalian, sebab semua itu adalah perusak agama".

Sebab orang yg bertikai itu tdk dapat menjalankan agama dg baik bahkan banyak ajaran agama yg terabaikan. Maka saat menolong mereka menjadi damai maka mereka akan shalat, puasa dan haji sehinga kita mendapat pahalanya.

Demikian juga amanah konstitusi yg mengamanatkan kemerdekaan, menghapus penjajahan dan terlibat dalam upaya ketertiban dunia atas dasar kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Karenanya kita harus terlibat menyelesaikan konflik di Palestina dg 3 target pokok, yaitu mengupayakan gancatan senjata, bantuan kemanusiaan dan dukungan internasional. Sebab perang itu menghilangkan pemenuhan kebutuhan pokok manusia, yaitu keamanan dan hajat hidup."

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati