3
Netral English Netral Mandarin
17:29 wib
Menko Polhukam Mahfud MD membantah tudingan yang menyebut pemerintah melindungi jalannya Kongres Luar Biasa ( KLB) kubu kontra-Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan agar warga Jakarta untuk mewaspadai potensi hujan disertai kilat dan petir hari ini, Senin (8/3).
Palestina Segera Terima 5.000 Unit Vaksin Pertama Buatan Rusia 

Selasa, 19-January-2021 18:55

Ilustrasi vaksin Covid
Foto : Istimewa
Ilustrasi vaksin Covid
0

YERUSALEM, NETRALNEWS.COM - Otoritas Palestina (PA) dijadwalkan pada Selasa (19/1/2021) menerima pengiriman pertama 5.000 unit vaksin utama COVID-19 Rusia, yang dikenal sebagai Sputnik V, kata seorang pejabat Israel.

Pengiriman itu akan dibawa oleh seorang delegasi otoritas Palestina ke wilayah pendudukan di Tepi Barat melalui Yordania, kata pejabat Israel itu, yang tidak ingin disebutkan namanya.

Sang pejabat menambahkan bahwa impor vaksin telah disetujui oleh kementerian kesehatan Israel.

Menteri kesehatan Palestina pekan lalu mengeluarkan "persetujuan darurat" untuk mengelola vaksin Sputnik di daerah tempat Palestina menjalankan pemerintahan sendiri yang terbatas.

 

Sebelumnya, pemerintah setempat pada Minggu (10/1/2021) menyebutkan bahwa warga Palestina kemungkinan akan menerima dosis pertama vaksin COVID-19 pada Maret 2021 setelah Otoritas Palestina (PA) meneken perjanjian pembelian dengan perusahaan farmasi multinasional AstraZeneca.

Dalam kesempatan itu, Otoritas Palestina menuding Israel telah mengabaikan kewajibannya menyediakan vaksin COVID-19 untuk para warga Palestina yang tinggal di daerah pendudukan.

Israel saat ini dianggap sebagai negara yang paling unggul dalam pengadaan vaksin per kapita, tetapi bangsa Palestina di wilayah pendudukan, yaitu di Tepi Barat dan Jalur Gaza, belum dapat mengamankan persediaan vaksin COVID-19.

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Palestina Yasser Bozyeh mengatakan bahwa selain AstraZeneca, PA juga berupaya mendapatkan vaksin COVID-19 buatan Moderna, Johnson & Johnson, dan Rusia.

Reporter : Nazaruli
Editor : Nazaruli