3
Netral English Netral Mandarin
08:29 wib
Ketua Majelis Tinggi Partai Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku merasa bersalah karena pernah memercayai dan memberikan jabatan kepada Moeldoko ketika masih menjadi presiden. Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengucapkan terima kasih setelah terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dalam kongres luar biasa (KLB) kubu kontra-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Pandemi, Inilah yang Disukai Warga China dan AS dari Indonesia

Senin, 01-Februari-2021 05:50

Ekspor Busana Indonesia  ke China dan AS.
Foto : Bisnis.
Ekspor Busana Indonesia ke China dan AS.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Indonesia akan terus menjalin hubungan bilateral dengan Amerika Serikat dan Tiongkok di tengah perang dagang antara kedua negara tersebut. AS dan Tiongkok merupakan negara mitra strategis bagi Indonesia, termasuk di tengah pandemi Covid-19.Hal ini disampaikan Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi dalam diskusi panel virtual Mandiri Sekuritas.

“Indonesia tetap menjalin hubungan baik dengan AS dan Tiongkok serta menjadi mitra yang solid di masa pandemi ini, meskipun terjadi perang dagang di antara kedua negara tersebut. AS dan Tiongkok berperan besar terhadap kinerja perdagangan Indonesia, dan sebaliknya Indonesia merupakan negara yang penting di bidang perdagangan bagi keduanya,” terang Mendag, dalam siaran persnya, Minggu, (31/1/2021).

Mendag Lutfi menjelaskan, dengan AS, Indonesia mendapatkan skema khusus melalui Generalized System of Preference (GSP) yang pemanfaatannya terus meningkat hingga mencapai 15,2 persen pada periode Januari—November 2020.

Selain itu, pelantikan Joe Biden menjadi Presiden AS terpilih pada 20 Januari lalu merupakan peristiwa strategis bagi hubungan Indonesia dan AS. Prospek ekonomi dan perdagangan Indonesia- AS diperkirakan akan jauh membaik pada kepemimpinan Joe Biden, terlebih lagi kebijakan Presiden Joe Biden mendukung pada hubungan perdagangan yang lebih kondusif serta meningkatkan keterbukaan perdagangan dan investasi.

Di bawah kepemimpinan Joe Biden di AS saat ini dan di tengah perang dagang yang berlangsung, Indonesia kini menerapkan beberapa kebijakan perdagangan.

Di antaranya mengoptimalkan pemanfaatan Generalized System of Preferences (GSP) untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar AS; mengupayakan pendekatan keseimbangan perdagangan dan investasi dengan memanfaatkan berbagai perjanjian dagang internasional, memperluas pasar nontradisional; dan menciptakan iklim investasi yang lebih baik untuk AS dan Tiongkok, termasuk fasilitasi perdagangan dan integrasi regional.

Pada Januari—November 2020, ekspor Indonesia ke AS naik 3,57 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Ekspor masih didominasi pakaian jadi sebesar 19,4 persen, elektronik sebesar 9,84 persen, dan produk karet sebesar 7,95 persen. Ekspor Indonesia ke AS menunjukkan tren peningkatan selama pandemi Covid-19.

Sedangkan, impor Indonesia dari AS pada periode Januari—November 2020 turun sebesar 8,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Impor masih didominasi oleh bahan galian 12,74 persen, disusul mesin 12,23 persen, dan benih minyak 10,95 persen.

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani