Netral English Netral Mandarin
03:02wib
Aparat dari satuan TNI dan Polri akan menjadi koordinator dalam pelaksanaan tracing (pelacakan) Covid-19 dalam Pemberlakuan Pembatasan Sosial Masyarakat (PPKM) yang kembali diperpanjang. Presiden Joko Widodo memberi kelonggaran selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 diperpanjang mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.
Pandemi Memberikan Pelajaran Berharga bagi Perencanaan Pembangunan Nasional?

Selasa, 04-Mei-2021 19:25

Ilustrasi - Pembangunan tol Semarang-Demak
Foto : Antara Foto
Ilustrasi - Pembangunan tol Semarang-Demak
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pandemi COVID-19 telah memberikan pelajaran luar biasa dalam merencanakan pembangunan nasional.

“Sebaik apapun perencanaan yang sudah kita buat kita juga harus siap untuk melakukan perubahan secara cepat, untuk menyesuaikan dengan tantangan dan peluang-peluang,” kata Presiden Jokowi saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2021 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/5/2021).

Meskipun kondisi COVID-19 membuat realisasi perencanaan pembangunan sangat dinamis, Presiden Jokowi menekankan tujuan utama pembangunan tidak berubah yakni untuk mensejahterakan rakyat dan memajukan bangsa.

“Tetapi caranya sering kali harus berubah, karena tantangan dan peluangnya setiap saat bisa berubah-ubah," ujar Presiden Jokowi.

Dalam mewujudkan perencanaan, lanjut Presiden, bangsa membutuhkan sinergi kekuatan untuk menyelesaikan berbagai masalah, baik masalah kesehatan dan perekonomian.

Misalnya dalam menerapkan protokol kesehatan dan melakukan kebijakan 3T yakni Testing (pengujian), Tracing (pelacakan) dan Treatment (perawatan) membutuhkan dukungan dari semua pihak.

“Butuh keaktifan seluruh jajaran pemerintahan dari pusat sampai daerah, demikian pula produktivitas dari kalangan industri yang kecil sampai yang besar untuk memproduksi alat-alat kesehatan dan juga obat serta dukungan dari negara lain juga sangat diperlukan,” ujar Presiden Jokowi.

Pandemi COVID-19, kata Presiden, telah membuat banyak aspek berubah dengan cepat, seperti kegiatan di bidang pendidikan, kesehatan, layanan pemerintahan dan ekonomi yang sangat mengandalkan teknologi.

“Perkembangan-perkembangan cepat yang dalam perencanaan harus mengantisipasi semua itu. Harus responsif terhadap disrupsi yang membuat dunia berubah sangat cepat, harus responsif terhadap tantangan dan peluang yang muncul sangat cepat,” ujar Presiden Jokowi dinukil Antara.

Adapun Musrenbangnas 2021 digelar secara virtual dan dihadiri para Menteri Kabinet Indonesia Maju dan para Kepala Daerah. Turut mendampingi Presiden, dalam pembukaan Musrenbangnas 2021 dari Istana Negara, antara lain Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Mesin Pemerataan Pembangunan

Selain itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menyampaikan pertumbuhan ekonomi nasional harus menjadi mesin pemerataan pembangunan.

“Pertumbuhan ekonomi harus menjadi mesin bagi pemerataan pembangunan dan keadilan ekonomi, baik antardaerah maupun antardesa dan kota,” kata Presiden Jokowi.

Hal itu berarti, kata Presiden Jokowi, pertumbuhan ekonomi harus inklusif dan mampu menyasar kepada konsep pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Pertumbuhan ekonomi kita harus inklusif, pertumbuhan ekonomi harus menjadi bagian penting bagi penyelesaian masalah-masalah SDGs (Sustainable Development Goals/tujuan pembangunan berkelanjutan),” ujar Presiden Jokowi.

Untuk mencapai inklusivitas itu, kata Presiden, pertumbuhan ekonomi juga harus dapat meningkatkan kapasitas atau kelas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Presiden juga menekankan pembangunan juga harus mengedepankan peran dan manfaat dari konsep ekonomi hijau (green economy). Pembangunan ekonomi hijau harus diperkuat, seperti dengan pendirian kawasan industri yang ramah lingkungan.

“Ini hati-hati perkembangan green economy. Kita harus menyadari kita salah satu paru-paru terbesar dunia. Kita bisa mendapatkan manfaat besar dari hutan tropis dan hutan mangrove yang kita miliki. Oleh sebab itu transformasi energi menuju energi baru dan terbarukan harus dimulai,” ujar Presiden Jokowi.

Menurutnya, kawasan industri hijau sedang disiapkan untuk dibangun di Kalimantan Utara, yang akan memanfaatkan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dari Sungai Kayan.

"Ini akan menghasilkan energi hijau, energi baru dan terbarukan yang akan disalurkan ke kawasan industri hijau sehingga muncul produk-produk hijau dari sana. Inilah kekuatan kita ke depan," ujar Presiden Jokowi.

Adapun Musrenbangnas 2021 digelar secara virtual dan dihadiri para Menteri Kabinet Indonesia Maju dan para Kepala Daerah. 

Turut mendampingi Presiden, dalam pembukaan Musrenbangnas 2021 dari Istana Negara, antara lain Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional(PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto