3
Netral English Netral Mandarin
15:37 wib
Kementerian Lingkungan Hidup mengungkap ada peningkatan titik panas yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan di beberapa provinsi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan kegiatan sekolah tatap muka bisa dilakukan pada semester kedua tahun ini, atau tepatnya pada Juli 2021 mendatang.
Pandemi UKM Ini Malah Untung, Ternyata Ini yang Dilakukan

Rabu, 17-Februari-2021 13:00

 Pandemi UKM Ini Malah Untung, Ternyata Ini yang Dilakukan
Foto : Pandemi UKM Ini Malah Untung, Ternyata Ini yang d
Pandemi UKM Ini Malah Untung, Ternyata Ini yang Dilakukan
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Hampir setahun lamanya, pandemi covid-19 melanda Indonesia. Berbagai dampak dari pandemi ini tentu dirasakan oleh berbagai pihak, termasuk para pelaku UMKM di Indonesia.

Ada yang mengalami penurunan omset, namun ada pula yang mengalami kenaikan omset. Inovasi tentu menjadi salah satu strategi UMKM untuk memastikan bisnis yang dijalankan dapat bertahan dan tetap eksis di masa pandemi ini.

Ada yang melakukan inovasi dalam produknya, ada pula yang melakukan inovasi dalam proses produksi maupun pemasarannya. Hal itulah yang saat ini tengah dilakukan oleh UMKM Manufaktur binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA)di Waru Sidoarjo, yaitu PT BorneoIban Jaya Perkasa (PT Borneo) dan UD KS Pro. Untuk mengetahui kondisi bisnis, tantangan dan inovasi yang dilakukan kedua UMKM tersebut, YDBA menyelenggarakan Jelajah Virtual UMKM pada tanggal 16 Februari 2021 dengan tema ‘Industri Manufaktur Tetap Eksis di Masa Pandemi’.

Dalam Jelajah Virtual tersebut, Pemilik PT Borneo, Mashudi berbagi cerita mengenai kondisi bisnis,tantangan dan inovasi yang dijalankannya di masa pandemi.

Kasiadi, Pemilik UD KS Pro pun dalam momen ini turut menceritakan bagaimana pandemi berdampak pada omset yang dihasilkannya, Kasiadi juga berbagi cerita mengenaiinovasi pemasaran yang membuat bisnisya dapat bertahan hingga saat ini. Hadir dalam kegiatan Jelajah Virtual UMKM,yaitu Ketua Pengurus YDBA Sigit P. Kumala, Sekretaris Pengurus YDBA, Ida R. M. Sigalingging dan Bendahara Pengurus YDBA Handoko Pranoto.

Dalam acara Jelajah Virtual tersebut, Sigit memberikan apresiasi kepada Mashudi maupun Kasiadi yang telah menerapkan inovasi pada bisnisnya hingga keduanya dapat bertahan bahkan berkembang di masapandemi ini.Sebagai penutup, Sigit berharap UMKM dapat terus melakukan inovasi, tidak patah semangat menghadapi pandemic ini serta guyub dan saling membantu antar UMKM.

Karena Sigit percaya, peluang pasar itu ada, dan hal tersebutlah yang dilakukan oleh Mashudi dan Kasiadi. PT Borneo Iban Jaya PerkasaInovasi mesin menjadi salah satu fokus Mashudi, Pemilik PT Borneo Iban Jaya Perkasa dalam menjalankan bisnisnya. PT Borneo Iban Jaya Perkasa (PT Borneo) sendiri adalah salah satu UMKM di Ngingas, Waru Sidoarjo yang bergerak di bidang manufaktur yang didirikan Mashudi sejak tahun 2007 dengan fokus pada pembuatan komponen otomotif.Melakukan benchmarkke berbagai industri Manufaktur di Indonesia, menginspirasi Mashudi untuk selalu menerapkan produktivitas bisnis, salah satunya melakukan inovasi mesin dalam pembuatan produk.

“Kalau ada inovasi mesin yang lebih mempercepat hasil produksi, kenapa tidak dilakukan inovasi tersebut?”, ujar Mashudi, dalam siaran persnya, Rabu, (17/2/2021).

Baginya, inovasi adalah bagian dari bisnisnya.Ide-ide inovasi yang muncul dari Mashudi tentu berkat kepandaian Mashudi dalam melihat situasi. Mashudi juga gemar menuntut ilmu. Berbagai kegiatan yang mendukung  kompetensinya selalu diikuti Mashudi, seperti Pelatihan Basic Mentality, Pelatihan dan Pendampingan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin), Pelatihan dan Pendampingan Keselamatan dan Kesehatan Kerja & Lingkungan (K3L), Pelatihan Quality Control Circle (QCC), Pelatihan dan Pendampingan Manajemen Keuangan, Pelatihan SOP Produksi dan Pelatihan Marketing yang diselenggarakan oleh Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA).

Di tengah pandemi yang melanda Indonesia sejak Maret 2020, ada tantangan tersediri untuk PT Borneo, salah satunya adalah naiknya harga bahan material yang tentu berdampak pada bisnisnya.

Bukan Pebisnis namanya, apabila menemukan tantangan tidak mencari solusinya.Tentu Mashudi mencari jalan agar tantangan tersebut tidak berdampak besar pada bisnisnya.

Salah satu jalan yang dilakukannya adalah mencari informasi dengan memperluas networking dan membeli bahan material tersebut di wilayah Jakarta. Cukup jauh, namun hal tersebut meminimalisir dampak bisnis dari kenaikan harga yang terjadi di wilayahnya. Di tengah pandemi ini, Mashudi juga intens melakukan komunikasi dengan customernya. Komunitasi tersebut tentunya sebagai strategi Mashudi untuk menjemput bola agar order selalu menghampirinya.

Selain komponen otomotif yang diproduksi, PT Borneo juga memproduksi bracket tv serta berbagai produk logam lainnya berdasarkan permintaan dan kebutuhan pelanggan. Saat ini produknya telah dipasarkan ke beberapa wilayah, antara lainJakarta, Solo dan Surabaya.

Pasarnya mayoritas adalah after market. Kini PT Borneo memiliki 25 karyawan, tiga diantaranya adalah anak Mashudi yang telah disiapkannya sebagai generasi penerus untuk usaha yang dirintisnya sejak nol. Walau ketiga anaknya berada di dalam usahanya, Mashudi mengaku tetap profesional dalam menjalankan bisnis tersebut.

“Anak saya yang ke-3 ada di bagian keuangan, kami berusaha profesional. Uang kembalian Rp 30ribu untuk membeli bahan material saja ditagih oleh anak saya. Sehingga, pastinya sulit untuk melakukan hal-hal tidak profesional, seperti korupsi,” cerita Mashudi.

Dengan dilibatkan ketiga anaknya tersebut, Mashudi berharap bisnisnya dapat terus berkembang dan menjadi berkah untuk keluarganya dan tentu menjadi berkah untuk karyawan yang bernaung di PT Borneo Iban Jaya Perkasa.2.Sekilas KS Pro Penurunan penjualan di masa pandemi banyak dirasakan oleh para pelaku usaha, termasuk UMKM.

Salah satunya adalah UD KS Pro, UMKM Manufaktur BinaanYayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) di Waru, Sidoarjo. Saat diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di awal pandemi, UD KS Pro mengalami penurunan hingga 75?ri sebelumnya. Strategi agar bisnis dapat bertahan pun dilakukan Sang Pemiliki, Kasiadi.

Inovasi pemasaran menjadi strategi Kasiadi dalam menghadapi tantangan di masa sulit tersebut. Kasiadi mengoptimalkan pemasaran melalui reseller yang menjual produknya di pasar online.

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani