3
Netral English Netral Mandarin
01:01 wib
Timnas Indonesia U-23 akan berhadapan dengan Bali United dalam laga uji coba yang akan berlangsung hari ini. Pemerintah masih menganggap persoalan di tubuh Partai Demokrat yang berujung pada Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang merupakan persoalan internal partai.
Pandemi, Yuk Percantik Taman Anda dengan Aneka Tanaman Bermanfaat

Jumat, 05-Februari-2021 12:35

Manfaatkan lahan dengan aneka tanaman cantik.
Foto : Gardening
Manfaatkan lahan dengan aneka tanaman cantik.
1

BOYOLALI, NETRALNEWS.COM - Matahari yang mulai terbit di ufuk timur mulai menerangi bumi pada pagi hari. Suara merdu ayam berkokok pun ikut membangunkan para petani di lereng Gunung Merbabu untuk mulai beraktivitas, bekerja mengolah ladang untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.

Pada sebuah pedesaan di lereng Gunung Merbabu dengan pemandangan asri, hamparan tanaman yang hijau nan subur, ditambah semilir angin yang berhembus menerpa dedaunan, menggambarkan bersatunya antara alam dengan makluk hidup dalam bingkai kehidupan yang lestari.

Para petani tampak bergegas membawa alat pertaniannya, lengkap memakai caping untuk melindungi dari panas sinar matahari. Sebagian besar petani menuju ladang sawah untuk menggarap jenis tanaman padinya di lahan persawahan tidak jauh dari desanya.

Namun berbeda dengan Elsiana Setyawati (47), warga di Dukuh Dukorejan RT 05 RW 08 Desa Urut Sewu, Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali Jawa Tengah. Ia langsung menuju pekarangan rumahnya memulai beraktivitas menananami, menyiangi berbagai jenis tanaman pangan untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Pekarangannya penuh dengan komoditas sayuran, buah-buahan, dan tanaman obat. Jenis sayuran yang menghiasi halamannya antara lain cabai, seledri, loncang, kacang panjang, buncis, kol, kangkung, pare, sawi, tomat, dan lain-lain. Tanaman buah alpukat, mangga, rambutan dan buah stroberi juga membuat lahannya semakin rindang dan hijau.

Sejumlah tanaman obat atau jenis empon-empon juga ikut mewarnai isi tanaman pekarangannya petani tersebut antara lain jahe, kencur, sere, kunci, temulawak, butrowali dan sebagainya.

Tidak keginggalan, Elsiana juga membuat  sebuah kolam kecil yang berisi ikan lele dan nila merah menambah keaneragaman pangan untuk kebutuhan gizi keluarga mereka.

Sebagai seorang petani yang mampu memanfaatkank pekarangannya memenuhi kebutuhan pangan keluarganya dengan patut dicontoh dan bisa menjadi insipirasi warga lainnya.

Setelah didalami lebih jauh, ternyata Elsiana Setyawati merupakan Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati, di Dukuh Dukorejan RT 05 RW 08 Desa Urut Sewu, Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali.

Dengan kelompoknya berjumlah 20 anggota yang tergabung KWT Sehati, Elsiana dan kawan-kawannya memiliki tujuan yang sama yaitu bagaimana memanfaatkan pekarangan menjadi sumber pangan berkelanjuta dan menambah pendapatan keluarga.

Tanaman pangan yang ditanam di pekarangannya semua menggunakan pupuk kandang atau organik.

Namun, jika saatnya panen dengan jumlah yang berlebihan maka dapat dijual ke masyarakat sekitarnya untuk menambah pendapatan keluarga. Di masa pandemi COVID-19 ini, hasil panennya sangat membantu ekonomi keluarganya. Elsiana mengaku tidak perlu keluar rumah atau belanja ke pasar yang justru dapat berpontensi penularan COVID-19, karena di pekarangan rumah sudah tersedia berbagai jenis tanaman pangan.

Bahkan, bersama anggota KWT Desa Urut Sewu ini telah memiliki konsumen dari Semarang dan Ungaran yang menampung hasil panen sayuran dan buah setiap minggunya.

Selain itu, semua anggota dari hasil panen pertaniannya juga dapat ditukarkan dengan lauk pauk lainnya sesama anggota kelompoknya. Misalnya, seperti sayuran cabai atau kacang panjang ditukarkan sistem barter dengan ikan lele untuk melengkapi keanekaragam pangan.

KWT Sehati Desa Urut Sewu Boyolali berdiri sejak 2016. KWT Sehati awalnya mengikuti program Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP) dengan melaksanakan Kegiatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Kegiatan KRPL pada 2020 kemudian berubah menjadi Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

"Penjualan hasil panen tanaman pangan dengan cara dikemas baik untuk meningkatkan kualitas, dan nilai harga jual produk semakin naik. Hasilnya dapat dibagi anggotanya setiap bulan untuk menambah pendapatan kesleuarga," kata Elsiana.

Kelompok wanita tani tersebut mulai adanya dukungan dari pemerintah pusat melalui Dinas Ketahanan Pangan dengan bantuan dana senilai Rp50 juta untuk KWT Sehati Desa Urut Sewu pada 2020. Setelah itu, KWT Sehati mulai berkembang memasarkan hasil panen yang lebih untuk dijual ke masyarakat lain dengan orientasi bisnis.

Dengan adanya pekarangan pangan lestari, para petani di Desa Urut Sewu merasakan manfaatnya dengan pekarangan pangan berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraannya. Bahkan, kegiatan petani itu, juga banyak manfaatnya pada masa pandemi membantu penyediakan kebutuhan gizi keluarga, sekaligus membantu pemerintah mengendalikan penyebaran COVID-19 karena masyarakat cukup di rumah saja.

Hal yang sama juga dialami petani anggota KWT Sehati Desa Urut Sewu lainnya, Nur Wijiastuti (42). Dia menyampaikan sejak ikut program pemanfaatan P2L keuntungan banyak didapat bagi keluarganya, apalagi pada masa pendemi saat ini.

"Bahan makanan untuk sehari-hari tidak perlu pergi belanja ke pasar, karena bisa menikmati hasil panen sendiri di lahan pekarangan. Yang utama saat penanam tanaman pangan dengan memakai pupuk kandang. Hasil panen bisa lebih sehat, karena pupuknya menggunakan organik," kata Nur Wijiastuti, dilansir Antara.

Nur Wijiastuti juga menyampaikan dalam pemanfaatan pekarangan tanaman pangan tersebut dengan menanam berbagai jenis sayuran, antara lain kangkung, bayem, selada, stroberi dan jenis lainnya. Hasil panen selain untuk dikonsumsi sendiri, juga jika lebih dapat dijual ke kelompoknya. Hasilnya cukup bermanfaat bagi keluarga dan anggota kelompoknya.

 

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani