Netral English Netral Mandarin
10:00 wib
Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid berencana melaporkan seorang peramal, Mbak You, terkait ramalan Jokowi lengser dari jabatan presiden pada 2021. Peneliti menyatakan varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan (Afsel) tidak mempengaruhi kerja vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech.
Pangdam Jaya Banjir Karangan Bunga, Novel: Bukan Dari Rakyat, Itu Cuma Modus

Kamis, 26-November-2020 17:05

Istimewa
Foto : Seorang perempuan melintas di depan Kodam Jaya.
Istimewa
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Markas Kodam Jaya di Cawang, Jakarta Timur dibanjiri karangan bunga dari berbagai elemen masyarakat sejak Senin (23/11/2020).

Ratusan karangan bungan itu berisi dukungan dan apresiasi kepada TNI menyusul langkah Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman yang memberikan instruksi untuk mencopot baliho-baliho Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS).

Fenomena karangan bunga itu mendapat sindiran dari Wakil Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin. Ia menilai, karangan bunga yang dikirim ke Markas Kodam Jaya bukan dari rakyat, tapi dikondisikan oleh pihak tertentu demi pencitraan.



Alasan Novel meragukan karangan bunga itu dari rakyat, karena menurutnya kondisi ekonomi sedang sulit akibat pandemi virus corona, sehingga rakyat kesulitan membeli makan apalagi untuk membeli karangan bunga.

"Karangan bunga modus basi atas nama rakyat. Karena kalau rakyat lagi susah cari makan mana mungkin beli karangan bunga, bahkan dibelit utang oleh rezim ini," kata Novel kepada netralnews.com, Rabu (25/11/2020).

Novel menduga fenomena yang dikondisikan demi pencitraan itu sama seperti yang terjadi saat Balai Kota DKI Jakarta banjir karangan bunga pada 2017 lalu, ketika Basuki Tjahaja Purnama (BTP/Ahok) mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur DKI.

"Diduga itu gaya Ahok yang diulang. Jadi percumalah pencitraan di hari gini," ujar Novel.

Novel menyebut rakyat justru lebih mendukung sosok Habib Rizeq karena mereka kehilangan sosok pemimpin bangsa ini. Ia berpendapat kepulangan Habib Rizieq sebagai jawaban hadirnya seorang pemimpin disaat kekosongan itu.

"Karena rakyat sebenarnya sudah kehilangan pemimpin dan itu hanya ada di dapat dari IB HRS sebagai pemimpin yang jauh dari jabatan politik. Sementara itu TNI seharusnya tidak berpolitik malah berpolitik dan itu yang membuat rakyat muak dengan politik," tegas Novel.

 

Reporter : adiel
Editor :