Netral English Netral Mandarin
16:59 wib
Sony Pictures mengumumkan tunda perilisan film baru mereka. Film Cinderella yang sedianya dijadwalkan rilis pada 5 Februari 2021 diundur ke 16 Juli 2021. Film Ghostbusters: Afterlife juga diundur. Kementerian Kesehatan menegaskan, hampir tak mungkin seseorang yang divaksin Sinovac terinfeksi virus corona karena vaksin. Sebab, vaksin tersebut berisi virus mati.
Papua Barat Deklarasi Kemerdekaan, Musni Umar: Rangkul Kaum Gereja dan Mahasiswa

Jumat, 04-December-2020 10:30

Sosiolog Musni Umar.
Foto : UIC
Sosiolog Musni Umar.
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sosiolog sekaligus Rektor Universitas Ibnu Chadlun (UIC) Musni Umar turut angkat bicara terkait deklarasi kemerdekaan Papua Barat oleh Pemimpin Kemerdekaan Papua Barat Benny Wenda.

Menurutnya, kita harus merangkul para pastor, pendeta, dan kaum gereja. Kelompok tersebut dinilai memiliki pengaruh dalam masyarakat. 

"Cara merangkul adalah berdialog, mendengarkan aspirasi masyarakat dan berusaha mewujudkannya dalam kenyataan," kata Musni, dikutip dari pernyataan di kanal Youtubenya, Jumat (4/12/2020).



Tidak hanya kaum gereja, Musni juga usulkan merangkul mahasiswa sebagai calom pemimpin masa depan. Mahasiswa dinilai Musni memiliki daya juang dan keberanian.

"Dirangkul lewat dialog kalau ada mahasiswa Papua di asrama di Jawa atau luar Jawa, di Indonesia yang demo dukung Papua Merdeka tak usah serta merta ditangkap dan penjara karena tak selesaikan masalah," jelas Musni.

Musni imbau dikedepankan dialog dan mendengarkan aspirasi mahasiswa. Mahasiswa perlu diyakinkan dan ditunjukkan para ahli dan pakar untuk berdialog membangun Indonesia maju dan jaya.

"Kalau sakiti mahasiswa, pelajar, siswa maka akan tertanam di hati mereka kebencian, ketidaksukaan dan saat dewasa akak semakin kuat keinginan memisahkan diri dari Indonesia," jelas dia.

Terakhir, selalu berusaha mewujudkan keadilan karena tidak ada manusia yang tidak mau diperlakukan tidak adil. Selain itu hadirkan perdamaian, kesatuan, dan kebersamaan di kalangan rakyat Papua.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani