Netral English Netral Mandarin
11:12wib
Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mengingatkan pemerintah agar tak mengangkat anggota TNI atau polisi aktif sebagai penjabat gubernur. Survei Indikator Politik Indonesia (IPI) menyatakan sebanyak 58,1 persen masyarakat puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo.
Pascakebakaran Kilang Minyak Balongan, Pasokan BBM Papua Dipastikan Aman

Rabu, 31-Maret-2021 05:30

Kebakaran di kilang minyak Balongan, Indramayu.
Foto : Istimewa
Kebakaran di kilang minyak Balongan, Indramayu.
31

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pertamina MOR VIII Papua dan Maluku memastikan stok bahan bakar minyak atau BBM di wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat aman tidak ada kaitannya dengan peristiwa kebakaran kilang Balongan. 

Unit Manager Communication dan Relation, Marketing Operation Regional (MOR) VIII, Edi Mangun di Sorong, Selasa, mengatakan bahwa distribusi BBM untuk wilayah Papua dan Papua Barat tetap berjalan lancar dan tidak ada kaitannya dengan peristiwa kebakaran kilang Balongan. 

Dia mengatakan bahwa stok di semua field terminal BBM di Provinsi Papua dan Papua Barat persediaan aman dan rata-rata berada diangka di atas 15 hari. 

Distribusi tidak ada hambatan karena 90 persen BBM untuk wilayah Papua dan Papua Barat berasal dari RU V Balikpapan dan sebagian kecil dari RU VII Kasim di seget Papua Barat bukan dari RU VI Balongan Indramayu. 

Karena itu, kata dia, kebakaran di RU VI Balongan Indramayu tidak menggangu persediaan dan distribusi BBM di wilayah Provinsi Papua Barat dan Papua 

Ia juga meminta kepada warga di wilayah Papua dan Papua Barat untuk tidak terprovokasi pihak tidak bertanggung jawab atas pemberitaan atau informasi yang mengatakan adanya kelangkaan minyak hingga menyebabkan panic buying. 

"Saya imbau kepada masyarakat jangan sampai terprovokasi pihak tidak bertanggung jawab, sehingga terjadi panic buying. Semua orang antri di spbu, pangkalan. Menyebabkan kepanikan," ujar Edi. 

Dengan adanya insiden ini, Pertamina memastikan bahwa pasokan BBM ke masyarakat tidak terganggu dan saat ini masih berjalan normal.

Reporter : Widita Fembrian
Editor : Widita Fembrian