Netral English Netral Mandarin
07:53wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Patung Diambil, HNW: Mestinya Pangkostrad Konsisten dengan Arahan agar Jangan Fanatik Agama

Rabu, 29-September-2021 16:05

Hidayat Nur Wahid
Foto : Istimewa
Hidayat Nur Wahid
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Hidayat Nur Wahid menanggapi klarifikasi  Letjen Dudung yang memindahkan patung justru dengan alasan agama. 

“Seandainya benar alasan dibongkarnya patung diorama G30S/PKI krn alasan Agama, mestinya Pangkostrad yg bertanggung jawab thd Musium tsb justru konsisten dg arahannya;agar jangan fanatik Agama, karenanya menolak&ingatkan berAgama yg moderat/Aswaja,yg tak persoalkan patung spt itu,” tutur HNW melalui akun Twitternya, Rabu 29 September 2021.

Sebelumnya, Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal Dudung Abdurachman akhirnya angkat bicara soal tudingan mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo bahwa militer Angkatan Darat (AD) tengah disusupi oleh PKI.

Letjen Dudung menegaskan kalau diorama G30S/PKI di Museum Darma Bhakti Kostrad diambil oleh pembuatnya yakni Letnan Jenderal TNI (Purn.) Azmyn Yusri Nasution.

Mantan Pangdam Jaya itu menyebutkan alasan Letjen AY Nasution meminta diorama itu karena merasa berdosa karena sudah membuat patung.

Azmyn membuat diorama tersebut saat dirinya menjabat sebagai Panglima Kostrad ke-34 periode 2011-2012. Namun beberapa waktu ke belakang yang bersangkutan meminta izin kepada Dudung untuk membawa diorama tersebut.

“Saya hargai alasan pribadi Letjen TNI (Purn) AY Nasution, yang merasa berdosa membuat patung-patung tersebut menurut keyakinan agamanya. Jadi, saya tidak bisa menolak permintaan yang bersangkutan,” kata Dudung dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/6/2021).

Dudung pun membantah apabila penarikan patung Jenderal TNI AH Nasution (Menko KSAB), Mayjen TNI Soeharto (Panglima Kostrad), dan Kolonel Inf Sarwo Edhie Wibowo (Komandan RPKAD) itu atas dasar kemauan pihaknya untuk melupakan peristiwa sejarah pemberontakan G30S/PKI.

“Saya dan Letjen TNI (Purn) AY Nasution mempunyai komitmen yang sama tidak akan melupakan peristiwa terbunuhnya para jenderal senior TNI AD dan perwira pertama Kapten Piere Tendean dalam peristiwa itu,” ujarnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Wahyu Praditya P