Netral English Netral Mandarin
08:57wib
Sebanyak 75,6 persen warga menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Joko Widodo secara umum dalam survei yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto minta lakukan peningkatan kapasitas tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit sebesar 30-40 persen.
PBB Gelar Pertemuan Virtual Bahas Penindasan terhadap Muslim Uighur di Xinjiang, China Marah Besar

Selasa, 11-Mei-2021 05:00

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying
Foto : SBS
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying
6

BEIJING, NETRALNEWS.COM - Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan bahwa penggunaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai wadah untuk acara virtual yang membahas penindasan terhadap Muslim Uighur dan minoritas lainnya di Xinjiang merupakan penghinaan terhadap institusi tersebut.

China telah mendesak negara-negara barat anggota PBB untuk tidak menghadiri acara virtual yang direncanakan oleh Jerman, Amerika Serikat, dan Inggris itu.

"AS telah bekerja sama dengan beberapa negara, menyalahgunakan sumber daya dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta mencoreng dan menyerang China untuk melayani kepentingannya sendiri," kata Hua pada konferensi pers harian di Beijing, Senin (10/5/2021). 

"Ini adalah penistaan total terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata dia, menambahkan.

China mengatakan penyelenggara acara virtual PBB, yang akan diadakan pada Rabu (12/5), menggunakan "masalah hak asasi manusia sebagai alat politik untuk mencampuri urusan dalam negeri China".

Beberapa negara Barat dan kelompok hak asasi menuduh pihak berwenang di Xinjiang menahan dan menyiksa warga Uighur di kamp-kamp, yang oleh AS disebut sebagai genosida.

Pada Januari, Washington melarang impor kapas dan produk tomat dari Xinjiang atas tuduhan kerja paksa.

Beijing menyangkal tuduhan tersebut dan menggambarkan kamp-kamp itu sebagai pusat pelatihan kejuruan untuk memerangi ekstremisme agama.

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli