3
Netral English Netral Mandarin
10:46 wib
Jumlah korban meninggal akibat Covid-19 di Italia sudah melampaui 100 ribu orang. Kondisi itu membuat Italia menjadi salah satu negara yang mencatatkan rekor kematian tertinggi. Politisi Partai Demokrat (PD) versi kongres luar biasa (KLB) Max Sopacua membantah informasi yang menyebut pihaknya menjanjikan imbalan Rp100 juta untuk para kader partai yang bersedia menghadiri KLB
PDIP Sebut Kalau Jujur, 3 Tahun Anies Tak Lakukan Apa-Apa, Netizen: Natural = Gak Diutik blas

Sabtu, 20-Februari-2021 16:55

Ilustrasi Banjir di Jakarta
Foto : Pikiran Rakyat
Ilustrasi Banjir di Jakarta
2

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sejumlah titik di DKI Jakarta terendam banjir usai hujan yang mengguyur Ibu Kota pada Jumat kemarin. Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, menilai banjir Jakarta terjadi karena pemprov tidak melakukan apapun selama 3 tahun.

"Pengentasan persoalan banjir, tapi kalau mau jujur sudah hampir 3 tahun ini Pemprov DKI tidak melakukan apa-apa, kecuali menjalankan program-program rutin, misalnya pengerukan waduk dan kali," kata Gembong, Jumat (19/2/2021).

Sontak pernyataan Gembong ramai disoroti warganet. Di akun FB Mak Lambe Turah, Sabtu (20/2/21) banyak netizen mengomentarinya.

MLT: "Emangnya kerja???"

Kiki Kiki: "Natural = alami apa adanya = gak diutik blas = Mbidek."

Ferry Setiawan: "Yg kemarin nyinyirin pak ganjar mana? Jgn2 hanyut ya gr2 banjir jakarta..."

Kiky Deep: "Wanabud calon Persiden terkuat Dr yaman."

Kun Hartawan: "....mas DPRD ini bgm sih, lha pak Gubernur baru “mulai” kerja kok sdh d komplain....tggu dlu pak...mbok sabaar...., lagian Jakarta Kebanjiran itu tidak betul...coba liat pas bulan Juli dan Agustus....aya2 wae pak DPRD ini.."

Sebelumnya diberitakan, Gembong mengatakan tidak ada program penyelesaian banjir yang bersifat permanen. Tak hanya itu, normalisasi atau naturalisasi yang dipamerkan Pemprov DKI Jakarta tidak pernah dieksekusi lantaran tidak ada kemauan.

"Program pengentasan banjir yang bersifat permanen dan berkelanjutan tidak ada, normalisasi ataupun naturalisasi hanya sebatas perdebatan di ruang publik, eksekusi di lapangan tidak nampak, karena nggak ada kemauan, sebab normalisasi itu kan program pemerintahan sebelumnya, maka (Gubernur DKI Jakarta) Anies mewacanakan program barunya namanya naturalisasi, tapi di lapangan nggak dieksekusi juga," ucapnya dinukil Detik.com.

Lebih lanjut Gembong menyinggung program drainase vertikal yang disebut bisa menyelesaikan banjir. Selain itu, kata dia, Anies Baswedan menurutnya tersandera janji kampanye untuk tidak menggusur, padahal itu bisa menyelesaikan persoalan banjir sekaligus penataan permukiman.

"Drainase vertikal yang digadang-gadang mampu mengentaskan banjir, pada kenyataannya tidak memberi dampak yang signifikan," ujarnya.

"Pak Anies jangan tersandera janji kampanye, yang tidak akan melakukan penggusuran, namun mengorbankan warga lainnya, padahal kalau penataan permukiman di DAS (daerah aliran sungai) dilakukan, maka 2 pekerjaan sekaligus dapat dilaksanakan, penanganan banjir iya, penataan permukiman juga iya," imbuhnya.

Seperti diketahui, hingga Jumat 19 Februari 2021 malam per pukul 18.37 WIB, titik banjir di DKI Jakarta kembali bertambah. Total ada 99 RT yang terdampak banjir di Jakarta.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto