Netral English Netral Mandarin
02:46wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memutuskan hanya membuka akses enam pintu masuk kedatangan perjalanan internasional untuk WNI. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengatakan ada kemungkinan turis mancanegara bisa kembali mengunjungi Indonesia pada 2022 mendatang.
Pecah Rekor Tertinggi, WHO Minta RI Lockdown, Ade Armando: Serius? WHO Itu Siapa?

Minggu, 27-Juni-2021 16:05

Ade Armando
Foto : Istimewa
Ade Armando
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dosen Universitas Indonesia, Ade Armando menanggapi permintaan WHO agar Indonesia segera melakukan lockdown mengingat kasus Covid-19 meledak hingga rekor tertinggi.

Ade Armando mempertanyakan siapa WHO sehingga memerintahkan Indonesia.

"Serius WHO sarankan Lokdown? Kata ankamsi (anak kampung sini) : "WHO tu siape? Suruh dia ama neneknya  yang tutup kantor. Orang2 nya jangan digaji...," kata Ade Armando, Minggu 27 Juni 2021.

Untuk diketahui, seminggu terakhir, Indonesia berulang kali memecahkan rekor kasus positif harian. Kondisi ini membuat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan Indonesia untuk melakukan penguncian wilayah alias lockdown ketika intensitas penularan meningkat. 

Satuan Tugas Covid-19 melaporkan bahwa jumlah kasus positif Covid-19 pada hari ini, Sabtu (26/6/2021) sebanyak 21.095 orang. 

Angka tersebut kembali memecahkan rekor harian tertinggi di Indonesia pada Jumat (24/6/2021) yang mencatatkan tambahan 20.547 orang positif virus Covid-19. 

Hari ini tercatat hampir sebanyak 2,10 juta orang yang dinyatakan positif Covid-19 dengan 194.779 kasus aktif. Sementara itu, terdapat penambahan 358 orang yang meninggal dunia pada hari ini. 

Berdasarkan laporan situasi Covid-19 di Indonesia WHO yang dikutip pada Sabtu (26/6/2021), WHO mengungkapkan bahwa perlu untuk Indonesia mengimplementasikan kesehatan masyarakat dan tindakan sosial yang lebih ketat (PHSM) termasuk memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). 

“Ketika intensitas penularan meningkat, pihak berwenang harus menggunakan tindakan lebih ketat untuk membatasi pergerakan [lockdown],” tulis WHO seperti dilansir Bisnis.com, Rabu (23/6/2021). 

WHO menjelaskan dalam dua pekan terakhir, setiap minggunya sebagian besar provinsi di Pulau Jawa melaporkan peningkatan jumlah kasus dan kematian. 

Dalam sepekan mulai dari 17 hingga 23 Juni 2021 terdapat rata-rata 13.681 kasus per hari. Baca Juga : Malaysia Lolos dari Bencana Covid-19 Berkat Lockdown Grafik lonjakan kasus tersebut mulai terasa pada awal Juni 2021, juga diiringi dengan peningkatan angka kematian. 

WHO mencatat pada 20 Juni 2021 beriringan dengan jumlah kasus tertinggi, angka kematian tertinggi juga dicatatkan di daerah Jawa Timur dengan total 1.382 orang meninggal. 

Bahkan jumlah kematian meningkat dua kali lipat di provinsi DKI Jakarta setiap minggunya dalam dua pekan terakhir pada Juni 2021. 

Selain itu pada 13 Juni 2021, Kementerian Kesehatan juga melaporkan bahwa varian baru Covid-19 yaitu delta yang berasal dari telah ditemukan di enam provinsi di Indonesia. 

Varian baru tersebut dilaporkan memiliki penularan lebih tinggi dibandingkan dengan varian virus Covid-19 lainnya. 

Oleh karena itu, WHO menyarankan pemerintah Indonesia untuk memberlakukan PSBB bahkan lockdown jika intensitas penularan virus ini meningkat. 

Lockdown ini dinilai sebagai salah satu cara ampuh untuk meredakan peningkatan jumlah kasus Covid-19 bahkan untuk varian baru virusnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Sesmawati