Netral English Netral Mandarin
00:07wib
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan keputusan pemerintah untuk menggelontorkan dana triliunan rupiah ke perusahaan-perusahaan produsen minyak goreng dinilai sudah sangat tepat. Komisi Pemberantasan Korupsi mengembangkan kasus korupsi proyek infrastruktur di Kabupaten Buru Selatan 2011-2016.
Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna Kunci Hadapi Tantangan di Tengah Pandemi

Sabtu, 04-December-2021 16:40

Webinar bertajuk 'Tantangan dan Peluang di Tengah Pandemi Covid-19'
Foto : Istimewa
Webinar bertajuk 'Tantangan dan Peluang di Tengah Pandemi Covid-19'
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota Komisi I DPR, Itet Tridjajati Sumarijanto, mengatakan bahwa untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan handal maka penguasaan teknologi informasi adalah kunci utama bagi Indonesia sesuai dengan visi 2045.

Terlebih di tengah pandemi Covid-19 yang berdampak besar terhadap kondisi ekonomi, sosial, dan budaya, pembatasan berinteraksi dan lain sebagainya.

Hal tersebut disampaikan Itet dalam webinar Forum Diskusi Publik dengan tema 'Tantangan dan Peluang di Tengah Pandemi Covid-19' yang digelar Ditjen Informasi dan Komunikasi, Kemenkominfo, Sabtu (4/12/2021).

"Ini lah beberapa tantangan saat ini yang harus dihadapi saat ini dengan adanya pandemi Covid-19 yang secara otomatis berubahnya gaya hidup masyarakat secara cepat," kata Itet.

Legislator asal Daerah Pemilihan Lampung ini menambahkan, dengan semakin cepatnya gaya hidup masyarakat di tengah arus teknologi informasi maka tantangan lainnya adalah tentang banyaknya beredar kabar bohong atau hoaks yang menimbulkan keresahan di masyarakat, misalnya seperti menolak vaksin sehingga menghambat penanganan pandemi Covid-19.

"Oleh karenanya untuk generasi milenial harus sadar bahwa tantangan di tengah pandemi Covid-19 ini banyaknya kabar bohong tersebut yang berakibat menghambat penanganan pandemi itu sendiri. Tidak hanya tantangan tentu juga ada peluang bagaimana memanfaatkan teknologi informasi yang kreatif dan inovatif," tegasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Kominfo Prof Henri Subekti menyebut, pandemi Covid-19 menjadi persoalan besar misalnya di bidang pendidikan dengan berkurangnya pembelajaran tatap muka baik mahasiswa, pelajar SLTA, SLTA dan SD. Namun demikian, tambahnya, bidang pendidikan ini ketika dibuka langsung secara otomatis dapat menambah kluster baru.

"Itulah tantangannya di tengah pandemi Covid-19, peluangnya adalah memanfaatan teknologi informasi yang bukan hanya menyelamatkan aspek pendidikan, kesehatan, ekonomi. Di bidang pendidikan ada pembelajaran virtual melalui zoom, dibidang kesehatan juga sama dengan cepat mengetahui dampak dan penanganan Covid-19 , dibidang ekonomi membuka peluang usaha secara online dengan tumbuhnya e-commerce, inilah kita sebut ada berkah dibalik bencana," paparnya.

Prof Henri mengungkapkan, dengan memanfaatkan teknologi digital saat ini menghilangkan sekat jarak, waktu bisa dilakukan secara virtual. Termasuk mindset pengambil kebijakan juga berubah dari konvensional menjadi interaktif, kreatif dan inovatif.

Lebih jauh, Prof Henri juga mengingatkan jangan sampai tantangan ditengah pandemi Covid-19 dapat meruntuhkan NKRI, maka solusinya adalah menjaga keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia dengan memperbanyak literasi- literasi salah satunya untuk menangkal banyaknya kabar bohong atau hoaks.

Dalam diskusi tersebut, Anggota DPRD Lampung Tengah, Lambok Nainggolan, menyatakan bahwa sejak pandemi Covid-19, semua negara berupaya menangani musibah dengan segala cara termasuk Indonesia, mulai dari PSBB, PPKM, PPKM Terbatas, dan PPKM Natura yang akan diberlakukan.

Semua kebijakan tersebut, ungkap Lambok, berdampak terhadap sosial budaya, ekonomi, kesempatan dan pendidikan.

"Dengan dampak tersebut tentu saja untuk menghadapi tantangan saat ini adalah dengan memanfaatkan teknologi informasi digital secara tepat, pasalnya mau tidak mau kedepan perubahan ke arah digital semakin terbuka bahkan tumbuh cepat," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati

Berita Terkait

Berita Rekomendasi