Netral English Netral Mandarin
04:23wib
Enam belas tim telah memastikan lolos ke babak 16 besar Euro 2020 (Euro 2021) usai berlangsungnya matchday terakhir penyisihan grup, Kamis (24/6) dini hari WIB. Sejumlah daerah di provinsi Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta masuk kategori zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penularan virus corona (covid-19) dalam sepekan terakhir
Pembubaran FPI, Refly Harun Sebut Ormas Tak Harus Berazas Pancasila, FH: Memalukan dan Sesat

Minggu, 16-Mei-2021 13:40

Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun (RH)
Foto : Istimewa
Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun (RH)
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Beberapa waktu lalu pemerintah secara resmi telah membubarkan Front Pembela Islam (FPI). Salah satu alasan pembubaran organisasi massa (ormas) tersebut karena dianggap memiliki ideologi yang berseberangan dengan azas Pancasila.

 

Pakar hukum tata negara Refly Harun pun angkat  bicara soal pembubaran FPI tersebut

Menurut Refly negara tidak boleh melarang aktivitas setiap ormas walaupun dia tidak terdaftar. Hal itu disampaikan Refly Harun saat menjadi salah satu saksi ahli yang dihadirkan tim Kuasa Hukum Habib Rizieq Shihab dalam persidangan kerumunan.

“Negara tidak boleh melarang aktivitas setiap ormas walaupun dia tidak terdaftar atau pendaftarannya tidak diperpanjang karena masalah administrasi yang belum selesai,” kata Refly Harun di kanal Youtubenya Jumat (14/5/ 2021) seperti yang dikutip dari Ringtimesbanyuwangi.com.

Terkait hal itu politisi Ferdinand Hutahean pun menyindir Refly Harun dengan label pakar hukum tapi tidak mengerti soal hukum.

"Wkwkwkwk gelar hukum panjang dgn label pakar hukum bisa berpendapat seperti ini? Memalukan dan sesat.

Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) ini pun menjelaskan bahwa Pancasila merupakan landasan kebangsaan sehingga apa pun harus berlandaskan Pancasila.

"Pancasila itu LANDASAN KEBANGSAAN, yang artinya seluruh gerak bangsa dibidang Sosial , Politik, Pertahanan, Keamanan, Hukum, Polugri dll wajib hukumnya berlandaskan Pancasila," ujarnya.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sulha Handayani