Netral English Netral Mandarin
07:02wib
DPR mengusulkan agar pemerintah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) atau semi lockdown saat akhir pekan dan hari libur. PPATK menyatakan ada 80 hasil analisis transaksi keuangan yang mencurigakan dan mengalami kebocoran terkait penggunaan dana otonomi khusus dan APBD di Papua.
Pemerintah 'Ngotot' Penyebab Banjir Kalsel karena Anomali Cuaca Bukan Berkurangnya Wilayah Hutan

Kamis, 21-January-2021 11:30

Banjir Kalsel
Foto : Istimewa
Banjir Kalsel
12

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengklaim kalau banjir di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) karena anomali cuaca. Bukan, seperti banyak pihak tuding yaitu soal wilayah hutan.

Diungkapkan Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar lewat akun resmi twitternya @SitiNurbayaLHK seperti dilansir di Jakarta, Kami (21/1/2021).

"Ada simpang siur informasi, terlebih banyak data tidak valid yg sengaja dikeluarkan beberapa pihak. KLHK selaku pemegang mandat walidata pemantauan sumberdaya hutan, menjelaskan, penyebab banjir Kalsel  anomali cuaca dan bukan soal luas hutan di DAS Barito wilayah Kalsel, 

DAS Barito Kalsel seluas 1,8  juta hektar hanya merupakan sebagian dari DAS Barito Kalimantan seluas 6,2 juta hektar. Perhatian perlu diberikan pada daerah hulu DAS Barito, dimana seluas 94.5?ri total wilayah Hulu DAS Barito berada dalam Kawasan Hutan.

Menggunakan data tahun 2019, sebesar 83,3% hulu DAS Barito bertutupan hutan alam dan sisanya 1,3?alah hutan tanaman. Dalam hal ini hulu DAS Barito masih terjaga baik.

Bagian dari DAS Barito yang berada di wilayah Kalsel secara kewilayahan hanya mencakup 40 Persen kawasan hutan dan 60 persen areal penggunaan lain (APL) atau bukan kawasan hutan.

Kondisi DAS Barito di wilayah Kalsel ini tidak sama dengan DAS Barito Kalimantan secara keseluruhan. DAS Barito di wilayah Kalsel memang berada di lahan untuk masyarakat atau disebut APL yang didominasi oleh pertanian lahan kering campur semak dan sawah serta kebun.

Kejadian banjir pada DAS Barito di wilayah Kalsel tepatnya berada pada Daerah Tampung Air (DTA)  Riam Kiwa, DTA Kurau dan DTA Barabai karena curah hujan ekstrim, dan sangat mungkin terjadi dengan recurrent periode 50 hingga 100 tahun.

Penyebab utamanya terjadi anomali cuaca dengan curah hujan sangat tinggi. Selama lima hari dari tanggal 9-13 Januari 2021, terjadi peningkatan 8-9 kali lipat curah hujan dari biasanya. Air yang masuk ke sungai Barito sebanyak 2,08 miliar m3 (normalnya 238 juta m3)" tulisnya.

Reporter : PD Djuarno
Editor : Nazaruli