Netral English Netral Mandarin
08:33wib
Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) mengaku sudah menyelesaikan 24 masalah yang tertunda ke Badan Anti Doping Dunia (WADA). Pemerintah berencana memberikan vaksin Covid-19 booster pada masyarakat.
Pemerintah Arab Bakal Tindak Tegas Warganya yang Pergi ke Indonesia

Jumat, 30-Juli-2021 16:30

Pemerintah Arab Bakal Tindak Tegas Warganya yang Pergi ke Indonesia
Foto : Istimewa
Pemerintah Arab Bakal Tindak Tegas Warganya yang Pergi ke Indonesia
21

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sanksi tegas akan diberikan kepada warga Arab Saudi yang berpergian ke Indonesia. Aturan tersebut dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi terkait kondisi pandemi di Indonesia yang makin parah akibat varian delta.

Tak hanya Indonesia, Pemerintah Arab Saudi juga melarang warganya berpergian kesejumlah negara, seperti Afghanistan, Argentina, Brasil, Mesir, Ethiopia, India, Lebanon, Pakistan, Afrika Selatan, Turki, Vietnam, dan Uni Emirat Arab.

Dikutip dari Reuters, pejabat kementerian mengatakan ada sanksi berat yang akan diberlakukan jika warganya tetap bepergian ke Indonesia.

"Siapapun yang terbukti melanggar akan dikenakan sanksi hukuman berat setelah mereka kembali dan mereka dilarang bepergian selama tiga tahun," jelasnya.

Sementara spa.gov.sa menyebut, larangan ini berlaku pada 21 Juli 2021. Pihak kerajaan kuatir dengan jenis mutasi baru yang masih terjadi di Indonesia.

"Telah diputuskan warga Arab Saudi dilarang bepergian baik secara langsung maupun tidak langsung ke Indonesia hingga situasi pulih dan stabil," tulisnya.

Dia menjelaskan Kementerian Dalam Negeri juga mengimbau warga yang berada di Indonesia agar menjauhi daerah-daerah yang menjadi pusat penyebaran virus. Warga juga diminta untuk melakukan pencegahan dan kembali ke Arab Saudi.

Per 28 Juli 2021 Kementerian Kesehatan Arab Saudi mencatat ada 1.334 kasus baru. Total kasus mencapai 522.108 dengan 11.380 kasus aktif.

Dari jumlah tersebut ada 1.409 kasus kritis. Kemudian kondisi kesehatan pasien lainnya terpantau stabil.

Arab Saudi juga mencatat ada 11 kematian baru. Total jumlah kematian mencapai 8.200. Lalu sebanyak 1.079 kasus telah pulih dan yang sembuh mencapai 502.528.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Wahyu Praditya P