Netral English Netral Mandarin
02:00wib
Pemerintah Indonesia kritik Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang luput menyoroti kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di negara-negara maju. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin pada Sabtu (25/9/2021) dini hari.
Pemerintah Bakal Impor Oksigen untuk Dipinjamkan ke Warga

Senin, 12-Juli-2021 19:55

Pemerintah Bakal Impor Oksigen untuk Dipinjamkan ke Warga
Foto : Mediacal buyer.
Pemerintah Bakal Impor Oksigen untuk Dipinjamkan ke Warga
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa pemerintah akan mengimpor 50 ribu unit oksigen konsentrator untuk dipinjamkan kepada warga yang terserang COVID-19 dengan gejala ringan dan membutuhkan oksigen untuk terapi.

"50 ribu tabung, dan sekarang kita punya 10 ribu. Akan kita bagikan untuk digunakan di kasus-kasus yang ringan, dan itu kita pinjamkan nanti ke rumah-rumah, dan jika sudah digunakan nanti bisa diambil,” kata Luhut, Senin, (12/7/2021).

Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional itu mengatakan bahwa oksigen konsentrator lebih mudah digunakan untuk mendukung penanganan pasien COVID-19 bergejala ringan.

"Itu (okisgen konsentrator) lima liter jadi bisa digunakan selama lima hari. Dan saya kira ini juga, Insya Allah ini selesai kasus COVID-19, itu bisa dibagikan ke rumah sakit-rumah sakit kita,” katanya.

Pemerintah sebelumnya telah memesan 10 ribu unit oksigen konsentrator dari Singapura untuk memenuhi kebutuhan pasien COVID-19, yang meningkat signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Mengenai penyediaan oksigen likuid, Luhut mengatakan, pemerintah akan mengimpor sekitar 40 ribu ton oksigen likuid guna menghadapi kemungkinan terjadi peningkatan kebutuhan saat kasus COVID-19 melonjak.

“Kita berjaga-jaga. Walaupun sebenarnya kita tidak butuh semuanya itu, tapi kalau melihat tren dunia, perkembangan di Amerika Serikat, perkembangan di Inggris, di mana tren (kasus COVID-19) sekarang meningkat tajam, kita lebih bagus berjaga-jaga sehingga kita tidak caught by surprise (terkejut)," turur Luhut.

Luhut mengemukakan bahwa penyediaan oksigen untuk mendukung penanganan pasien COVID-19 di berbagai rumah sakit sempat bermasalah, namun Kementerian Kesehatan sudah memperbaiki alur pasokan oksigen untuk kebutuhan medis.

"Memang awal-awal ini ada masalah, karena memang peningkatannya tinggi, tapi sudah ditata dengan Kemenkes dan juga oleh Kementerian PUPR, dibantu oleh Kementerian BUMN, dan saya kira dalam minggu ini semestinya tak ada masalah," pungkas Luhut. 

Reporter : Antara
Editor : Sulha Handayani