Netral English Netral Mandarin
09:58wib
Hingga matchday kedua Euro 2020 (Euro 2021) terdapat satu negara yang sudah dipastikan tersingkir dari ajang sepak bola antarnegara paling bergengsi di Benua Biru yaitu Makedonia Utara. Indonesia sedang didera lonjakan kasus Covid-19 di sebagian besar daerah. Peningkatan kasus ini terlihat dari keterisian tempat tidur di rumah sakit oleh pasien Covid-19.
FPI Dibubarkan, Novel: Kami Tetap Berjuang Bela Negara Dari Pengkhianat Bangsa

Kamis, 31-December-2020 08:10

Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin.
Foto : FPI
Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin.
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tokoh Front Pembela Islam (FPI) Novel Bamukmin mengatakan, ada tidaknya FPI, pihaknya akan tetap berjuang membela agama dan negara, menegakkan kebenaran dan mencegah kemungkaran, serta terus hadir membantu masyarakat yang dilanda bencana.

Hal tersebut disampaikan Novel menanggapi keputusan pemerintah membubarkan FPI serta melarang setiap kegiatan dan aktivitas organisasi pimpinan Habib Rizieq Shihab (HRS) itu.

"Ada FPI atau tidak, kami tetap berjuang membela negara dari para pengkhianat bangsa yaitu para jongos cukong-cukong," kata Novel kepada netralnews.com, Rabu (30/12/2020).

"Dan kami Insya Allah tetap yang terdepan membela agama, menegakan amar ma'ruf nahi mungkar serta selalu ada di setiap bencana dengan aksi kemanusiaan," sambungnya.

Novel menambahkan, organisasi hanyalah kendaraan, karena yang menjadi tujuan dari perjuangan mereka selama ini adalah mencari ridho Allah.

"Kami dididik tidak fanatik organisasi, karena tujuan kami mencari ridho Allah, karena organisasi hanya kendaraan," ungkap Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 itu.

Sebelumnya, Pemerintah menetapkan FPI sebagai organisasi terlarang pada Rabu (30/12/2020). Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 6 Pejabat Tertinggi Kementerian/Lembaga Negara yang ditandatangani oleh Mendagri, Menkumham, Menkominfo, Jaksa Agung, Kapolri, dan Kepala BNPT.

Berdasarkan keputusan itu, Pemerintah pun melarang seluruh aktivitas dan penggunaan lambang atau atribut FPI di seluruh wilayah Indonesia. Aparat penegak hukum diminta bertindak jika masih ada kegiatan berbau FPI.

Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, larangan itu sudah sesuai dengan aturan perundang-undangan dan putusan MK 82/PUU112013 tertanggal 23 Desember tahun 2014. Untuk itu, ia meminta seluruh aparat keamanan menolak setiap kegiatan dari ormas yang mengatasnamakan FPI.

"Pemerintah melarang aktivitas FPI dan akan menghentikan setiap kegiatan yang dilakukan FPI, karena FPI tidak lagi mempunyai legal standing baik sebagai ormas maupun sebagai organisasi biasa," kata Mahfud MD, Rabu (30/12/2020).

"Jadi dengan adanya larangan ini tidak punya legal standing, kepada aparat-aparat pemerintah, pusat dan daerah, kalau ada sebuah organisasi mengatasnamakan FPI itu dianggap tidak ada dan harus ditolak karena legal standing-nya tidak ada terhitung hari ini," tegasnya. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani