Netral English Netral Mandarin
04:48wib
Presiden Joko Widodo mengatakan, kondisi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian dan persoalan yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Sistem perawatan kesehatan Singapura terancam kewalahan menghadapi lonjakan covid-19.
Pemerintah Dengarkan Suara Masyarakat Terdampak PPKM, DS: Gua Senang, Pak @jokowi Ternyata Mendengarkan Jeritan Rakyat Kecil

Rabu, 21-Juli-2021 09:18

Pegiat Media Sosial Denny Siregar
Foto : Istimewa
Pegiat Media Sosial Denny Siregar
11

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat Media Sosial Denny Siregar (DS) mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pelaksanaan Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

Melalui cuitan di akun media sosialnya, Denny mengatakan dia  merasa senang atas sikap Presiden Jokowi yang mau mendengar suara rakyat bawah yang sudah gelisah dengan pemberlakuan PPKM darurat tersebut.

"Gua senang, pak @jokowi ternyata mendengarkan sekali jeritan rakyat kecil. Mungkin karena beliau dulu pernah menjadi bagian dr mereka, jadi paham situasinya," tulis Denny di akun Twitternya, Selasa (20/7/2021).

Denny juga memuji sikap Jokowi yang paham dengan situasi tidak seperti oknum-oknum yang tidsk pernah merasakan susah, sehingga mereka sibuk teriak-teriak lockdown di tengah pandemi.

"Bukan spt para pangeran yang gak pernah susah dan sibuk teriak lockdown2 mulu, gak penting dibawah kecekeknya kayak apa..,” ujar Denny.

Untuk diketahui Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat sampai 25 Juli 2021. Pelonggaran baru akan dilakukan pada 26 Juli jika kasus menurun.

Hal itu diumumkannya melalui konferensi pers virtual, Selasa (20/7/2021) malam, dari Istana Negara di Jakarta. Setelah itu, jelas Kepala Negara, pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap mulai pada 26 Juli 2021 dengan syarat terjadi tren penurunan kasus virus Corona atau Covid-19.

"Jika tren kasus mengalami penurunan maka tanggal 26 Juli pemerintah akan melakuan pembukaan secara bertahap," jelasnya dalam konferensi pers.

Seperti diketahui, PPKM Darurat perdana mulai diberlakukan sejak Sabtu (3/7/2021) dan berakhir pada Selasa (20/7/2021). Kebijakan ini berlaku di Pulau Jawa dan Bali dan lebih tepatnya di lebih dari 100 kota/kabupaten dengan penilaian atau asesmen tertentu

Reporter : Nazaruli
Editor : Sesmawati