Netral English Netral Mandarin
16:53 wib
Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 yang dilaporkan melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per Minggu (17/1) pukul 12.00 WIB bertambah 11.287. Ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih gelar juara turnamen Yonex Thailand Open 2021 setelah menyingkirkan pasangan tuan rumah.
Pemerintah Tak Ikhlas Atas Kepulangan Habib Rizieq, Ini Permintaan Refly Harun

Jumat, 06-November-2020 09:14

Jambiupdate
Foto : Refly Harun
Jambiupdate
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ahli hukum tata negara Refly Harun turut angkat bicara terkait rencana kepulangan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ke Indonesia pada 10 November mendatang. 

Menurut analisis Refly, pemerintah tidak ikhlas atas kepulangan Habib Rizieq. Sehingga Refly harap pemerintah Indonesia legowo menerima kepulangan Habib Rizieq. 

"Saya melihat pemerintah tidak ikhlas. Ya harus terima, karena dia (Habib Rizieq) WNI," kata Refly, dikutip dari pernyataan di kanal Youtubenya, Jumat (6/11/2020).



Pernyataan ini disampaikan Refly, turut menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD. Sepengetahuan Refly, Mahfud sempat menilai Habib Rizieq bukan orang suci dan sedikit pengikut, serta akan menyikat pendukung Habib Rizieq yang membuat kerusakan. 

Lebih lanjut Refly katakan, jangankan Habib Rizieq, WNI biasa yang terganjal atau terkatung-katung di luar negeri juga wajib dilindungi oleh negara. Pemerintah harus melindungi siapapun WNI tanpa pandang bulu, karena sudah memiliki hak perlindungan. 

Refly juga komentari isu overstay Habib Rizieq yang menurutnya bisa dibantu dengan uluran tangan pemerintah. Pasalnya overstay bukan tindak kejahatan dan pelanggaran biasa. 

"Jadi kalau cuma ovestay bisa ditanggulangi denda. Kalau tidak salah cuma Rp110 juta. Tetapi memang selalu ada dimensi lain yang tidak terungkap," ujar dia. 

Dia bandingkan, ada WNI yang mau dihukum mati di luar negeri saja diurus oleh pemerintah. Meski jelas WNI tersebut melakukan kejahatan dan pelanggaran, terlepas karena dikerjai atau alasan lain. 

"Kalau overstay, habib hanya langgar hukum administrasi, bukan pidana. Tapi kalau benar overstay, pasti buruan dideportasi, tidak lama-lama. Buat apa di-hold dalam waktu lama, kan aneh," kata dia.

Reporter : Martina
Editor : Anto