Netral English Netral Mandarin
22:49wib
Enam belas tim telah memastikan lolos ke babak 16 besar Euro 2020 (Euro 2021) usai berlangsungnya matchday terakhir penyisihan grup, Kamis (24/6) dini hari WIB. Sejumlah daerah di provinsi Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta masuk kategori zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penularan virus corona (covid-19) dalam sepekan terakhir
Pemerintah Terobsesi Buktikan FPI Terkait Terorisme? Mardani Minta Intelijen Ungkap Akurat, Jangan Obsesi, Persepsi apalagi...

Rabu, 31-Maret-2021 20:16

Mardani Ali Sera
Foto : dpr.go
Mardani Ali Sera
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus PKS, Mardani ALi Sera meminta intelijen bertugas memberikan informasi akurat soal aksi terorisme, jangan sampai malah menjadi obses apalagi emosi. 

“Sekali lagi terorisme itu musuh kita bersama. Memberantas terorisme mesti dengan cara yang sistematis dan bijak serta akurat. Di sini intelijen punya tugas memberikan informasi akurat. Jangan pakai obsesi, persepsi, apalagi emosi,” kata Mardani Ali Sera, Rabu 31 Maret 2021.

Diduga, pernyataan Mardani mengutip pernyataan pakar terorisme Sidney Jones yang sebelumnya berbicara mengenai dugaan adanya obsesi pemerintah seolah-olah Front Pembela Islam (FPI) terkait dengan terorisme. 

Sidney menilai adanya dugaan itu berhubungan dengan peristiwa pembaiatan massal ke ISIS di Makassar pada 2015.

"Saya kira sekarang ini seperti ada obsesi pemerintah dengan FPI seolah-olah ini membuktikan bahwa FPI terkait terorisme. Sebetulnya, menurut bahwa beberapa orang, bukan beberapa, tapi ratusan orang Makassar, ikut satu program pembaiatan massal pada bulan Januari tahun 2015, jadi sudah lama ya. Dan pada waktu itu memang ada kolaborasi antara FPI dan Ustaz Basri dan Ustaz Basri yang menjadi pimpin dari pembaiatan itu," kata Sidney dalam dalam tayangan D'Rooftalk: 'Teror Bomber Milenial' seperti dinukil detikcom, Selasa (30/3).

Merespons hal itu, Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardani menyerahkan pengusutan teroris kepada polisi. Dia meminta tidak ada upaya untuk membentuk opini publik.

"Hentikan pembentukan opini-opini konspirasi yang justru akan melemahkan upaya-upaya kita untuk bersama-sama memerangi teror," kata Jaleswari saat dihubungi, Selasa (30/3) malam.

Jaleswari mengatakan penyidik kepolisian akan membongkar aksi terorisme. Dia menegaskan bahwa aksi teror di Indonesia nyata adanya.

"Percayakan penyidikan untuk membongkar sel teror ke kepolisian. Aksi teror di Indonesia nyata, tercatat 552 serangan teror (2000-2021), sebagian besar berhasil dibongkar oleh kepolisian antara lain juga melalui mekanisme pengadilan yang terbuka," katanya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto