Netral English Netral Mandarin
15:55 wib
Sejumlah ahli mengkritik penerapan alat deteksi Covid-19 GeNose karena masih tahap ekperimental. Belum bisa dipakai dalam pelayanan publik khususnya screening Covid-19. Polri menegaskan akan menindaklanjuti kasus rasisme yang dialami mantan komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai. Diketahui, Pigai menjadi korban rasis yang dilakukan Ambroncius Nababan.
Pemerintah Tingkatkan Penelusuran dan Pemeriksaan Covid-19 dengan 10 Provinsi Prioritas

Selasa, 03-November-2020 10:17

Antara Foto
Foto : Petugas medis sedang melakukan tes usap ke warga
Antara Foto
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Pemerintah terus meningkatkan penelusuran dan pemeriksaan Covid-19, dengan 10 provinsi yang menjadi prioritas. Sepuluh provinsi yang dimaksud antara lain Aceh, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Satgas Penanganan Covid-19 lantas meluncurkan Program Penguatan Tracing di 51 Kabupaten/Kota yang berada di 10 provinsi prioritas tersebut.

PLT Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Muhammad Budi Hidayat mengatakan, kasus Covid-19 tren nya menurun dan tingkat kesembuhan meningkat. Harapannya kondisi Covid-19 bisa terus terkendali, sehingga keadaan Indonesia menjadi lebih baik.



“Kalau di cek ternyata kurangnya pelacakan, itu yang dikhawatirkan. Tetapi kita optimis bisa melalui, salah satunya dengan melakukan pelacakan lebih cepat dengan jumlah yang lebih besar,” kata Budi saat pertemuan secara virtual, Selasa (3/11/2020).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes Vensya Sitohang menyatakan hal serupa. Upaya yang terus dilakukan adalah melakukan tracing dan testing lebih baik sehingga Pandemi Covid-19 di Indonesia bisa dikendalikan.

Vensya jabarkan, hingga Selasa (2/11/2020) pukul 16.00 WIB, ada 10 provinsi dengan kasus Covid-19 tertinggi di Indonesia. Diantaranya DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, dan Kalimantan Selatan.

Pada tanggal yang sama, terdapat sebanyak 4.567.608 spesimen diperiksa, dengan 2.919.560 kasus/orang yang diperiksa di laboratorium. Rata-rata, dalam satu minggu terakhir adalah 30.864 spesimen/hari dan 24.327 kasus dites/hari.

“Upaya survelians dan penemuan kasus yang aktif, dilanjutkan dengan pemeriksaan PCR. Target pemeriksaan 1/1000 penduduk per minggu. Hasil PCR dapat dikeluarkan dalam waktu 3 X 24 jam,” ujar Vensya.

Intervensi lain adalah isolasi dnegan cepat seluruh kasus suspek dan konfirmasi dan perawatan medis yang sesuai. Dilakukan juga pelacakan kontak erat yang masif dan karantina bagi seluruh kontak erat yang ditemukan.

“Masyarakat harus tetap sering cuci tangan, menggunakan masker kalau kain tiga lapis di tempat umum dan tempat kerja. Selain itu jara jarak minimal satu meter,” pesan Vensya.

Reporter : Martina
Editor : widi