Netral English Netral Mandarin
23:58wib
Putri salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yakni Jennifer Gates, sudah resmi menikah dengan pacarnya. Ia menikah dengan pria muslim dari Mesir bernama Nayel Nassar. Tim bulu tangkis putri China menjadi juara Piala Uber 2020 setelah mengalahkan Jepang pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) dini hari WIB.
Pemimpin Taiwan: Tak Satu Pun Negara Lain yang Bisa Memaksa Kami Tunduk pada China

Minggu, 10-Oktober-2021 12:00

Sekelompok prajurit berfoto di alun-alun yang didekorasi dengan bendera Taiwan menjelang perayaan hari nasional di Taoyuan, Taiwan, Jumat (8/10/2021).
Foto : Antara/Reuters
Sekelompok prajurit berfoto di alun-alun yang didekorasi dengan bendera Taiwan menjelang perayaan hari nasional di Taoyuan, Taiwan, Jumat (8/10/2021).
6

TAIPE, NETRALNEWS.COM - Taiwan akan terus memperkuat pertahanannya untuk memastikan tak satu pun negara lain bisa memaksanya tunduk pada aturan yang ditetapkan China, kata pemimpin Taiwan Tsai Ing-wei, Minggu (10/10/2021). 

Negara pulau yang diklaim oleh China sebagai wilayahnya itu berada di bawah tekanan militer dan politik yang terus meningkat untuk menerima aturan Beijing. 

Aksi angkatan udara China yang berkali-kali terbang di zona pertahanan Taiwan telah menimbulkan kekhawatiran dunia internasional. 

Presiden China Xi Jinping pada Sabtu (9/10/2021) menjanjikan "reunifikasi penuh damai" dengan Taiwan. Dia tidak menyebut secara langsung penggunaan kekuatan. 

Namun, dia masih marah dengan reaksi Taiwan yang mengatakan bahwa hanya rakyat Taiwan yang dapat memutuskan masa depan mereka. 

Berpidato dalam pawai Hari Nasional, Tsai mengatakan dia berharap ketegangan di Selat Taiwan mereda. 

Dia mengulangi pernyataan bahwa Taiwan tidak akan "bertindak gegabah". 

"Namun tak akan ada ilusi bahwa rakyat Taiwan akan tunduk pada tekanan," kata dia. 

"Kami akan terus memperkuat pertahanan nasional kami dan menunjukkan tekad kami untuk mempertahankan diri untuk memastikan tak satu pun pihak dapat memaksa Taiwan untuk mengikuti jalan yang telah ditetapkan China buat kami," kata Tsai.

"Sebab jalan yang telah ditetapkan China tidak menawarkan cara hidup yang bebas dan demokratis bagi Taiwan, juga kedaulatan bagi 23 juta jiwa rakyat kami."

Reporter : Antara
Editor : Nazaruli