Netral English Netral Mandarin
23:45wib
BMKG menyatakan gempa yang terus berlangsung di wilayah Ambarawa Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga merupakan jenis gempa swarm dan perlu diwaspadai. Sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, mengeluhkan soal aplikasi PeduliLindungi serta harga tes PCR yang dinilai mahal.
Pemprov DKI: Butuh Waktu Dua Minggu Ketahui Hasil Sampel Air Laut Parasetamol

Senin, 04-Oktober-2021 21:00

Wagub DKI, Ahmad Riza Patria
Foto : Istimewa
Wagub DKI, Ahmad Riza Patria
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemprov DKI Jakarta masih menunggu hasil penelitian sampel air laut Teluk Jakarta menyusul adanya kandungan parasetamol. Hasil penelitian akan keluar kurang lebih selama 2 pekan. 

Pada Sabtu (2/10/2021) kemarin Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI telah mengambil sampel air laut di 4 titik Teluk Jakarta, yakni di perairan Dermaga Marina, Muara Ancol, Dermaga Angke dan Muara Angke.

Sampel air laut tersebut kini masih berada di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi DKI Jakarta untuk diteliti.

"Teluk di Jakarta yang terkontaminasi oleh obat-obat paracetamol, LH sudah mengambil sample yah, perlu waktu kurleb 14 hari nanti hasil penelitiannya akan disampaikan ya," ucap Wakil Gubernur (Wagub) DKI, Ahmad Riza Patria di Jakarta, Senin (4/10/2021). 

Riza mengatakan, sejauh ini Pemerintah DKI belum mengetahui apa penyebab tercemarnya laut Jakarta dari kandungan parasetamol. Apakah dari kelalaian masyarakat yang membuang barang-barang mengandung parasetamol dengan sengaja atau tidak sengaja. 

Maka dari itu, Pemprov DKI Jakarta meminta kepada warga dan pelaku industri untuk tidak membuang sampah apalagi limbah ke tempat umum yang dapat mencemari linhkungan. 

"Jangan membuang sampah apalagi limbah di tempat umum, di sungai, di danau di waduk apalagi di laut tidak diperkenankan ya," tegasnya. 

Mantan anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini pun mengajak semua pihak untuk bisa menjaga lingkungan agar ekosistemnya dapat terpelihara dengan baik. 

"Karena ikut menyangkut kehidupan, tidak hanya ekosistem laut tapi juga kehidupan kita bersama," ungkapnya. 

Untuk mengatasi persoalan parasetamol ini, Riza bilang, Pemda DKI tunggu hasil penelitian sampel yang sedanh diteliti. Bila hasilnya sudah keluar pihaknya bisa apa penyebabnya dan apa yang harus dilakukam dari hasil tersebut. 

"Dari penelitian kita akan tau sejauh mana dan tentu harus dibersihkan dari yang paling penting. Ini menjadi pelajaran kita semua untuk berhati-hati lebih teliti waspada dan jangan buang sampah," tutupnya.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani