Netral English Netral Mandarin
00:37wib
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 optimistis target capaian program vaksinasi virus corona di Indonesia akan rampung sesuai target awal pemerintah yakni pada Desember 2021. Kasus COVID-19 meningkat drastis selama seminggu terakhir. Rumah sakit hingga Wisma Atlet melaporkan bed occupancy rate yang terus meningkat.
Temasuk Intel dan Nissan, Pemuda asal Swiss Bobol Data Puluhan Perusahaan, Aksi dan Hasilnya Dipamerkan di Medsos

Sabtu, 20-Maret-2021 14:30

Ilustrasi peretas sedang beraksi.
Foto : freepik.com
Ilustrasi peretas sedang beraksi.
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Peretas asal Swiss didakwa pengadilan Amerika Serikat karena terlibat pencurian data Nissan Motor Co, Intel Corp dan startup kamera keamanan Verkada.

Peretas bernama Tilt Kottman, 21, berada di Lucerne dan sudah diberi tahu mengenai dakwaan di Amerika Serikat, dikutip dari Reuters, Sabtu (20/3/2021).

Jaksa menuduh Kottman telah menipu, mencuri, berkonspirasi untuk menipu dan menyalahgunakan perangkat komputer.

Kottman selama beberapa tahun belakangan diduga bekerja dengan kelompok peretas yang menyasar dokumen internal dari delapan perusahaan, termasuk enam perusahaan yang tidak diketahui, Departemen Transportasi Washington dan agensi federal yang tidak disebutkan.

"Kottman, dan yang lainnya, mengakses komputer yang dilindungi, termasuk 'git' dan kode sumber serta infrastruktur internal, menggunakan kunci akses curian," demikian bunyi dakwaan tersebut.

Kottman juga meretas puluhan perusahaan dan kantor pemerintahan, dia juga mempublikasikan data lebih dari 100 perusahaan.

Kottman diduga membagikan sejumlah informasi di media sosial dan mengklaim terlibat peretasan.

Tanggal dan deskripsi yang disebutkan di dakwaan sesuai dengan pernyataan Kottman sebelumnya tentang Intel dan Nissan.

Intel, Nissan dan Verkada tidak berkomentar atas kasus ini.

Belum diketahui apakah Kottman akan dibawa ke AS untuk dihukum. Otoritas Swiss pekan lalu menggeledah tempat tinggal Tilt Kottman. Demikian seperti dilansir Antara.

Reporter :
Editor : Irawan HP