Netral English Netral Mandarin
15:42wib
Amerika Serikat mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Indonesia karena angka penularan infeksi virus corona (Covid-19) yang dinilai tinggi dan kemungkinan adanya serangan teror. Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RSD Wisma Atlet mulai mengalami peningkatan pada 3-4 pekan pasca-Lebaran. BOR RS sudah mencapai 75,19 persen.
Penahanan Jumhur Ditangguhkan, HNW Bersyukur dan Berharap HRS Juga Menyusul

Jumat, 07-Mei-2021 18:50

Habib Rizieq Shihab dan Hidayat Nur Wahid
Foto : Kolase Netralnews
Habib Rizieq Shihab dan Hidayat Nur Wahid
4

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW) ikut bersyukur dengan penangguhan penahanan bagi Jumhur Hidayat. HNW juga berharap agar Habib Rizieq (HRS) menyusul kemudian.

“Alhamdulillah. Demi Keadilan, semoga penangguhan penahanan itu juga unt pak Syahganda N, juga untuk HRS dkk,” kata HNW dinukil NNC  di akun Twitternya, Jumat 7 Mei 2021.

Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi cuitan akun JANSEN SITINDAON @jansen_jsp yang menyatakan: “Terimakasih Yang Mulia Majelis Hakim PN Jaksel &  @MahkamahAgung atas penangguhan penahanan bg Jumhur Hidayat. Semoga kedepan tahanan politik lain bisa dapat hal serupa, apalagi setelah sidang berjalan Majelis menilai sebenarnya itu tdk layak dipidanakan. Panjang umur keadilan.”

Untuk diketahui, Hakim PN Jaksel telah mengabulkan permohonan penangguhan penahanan terdakwa kasus ujaran kebencian Jumhur Hidayat. Jumhur kini telah resmi keluar dari tahanan.

"Iya betul, per kemarin keluar dari tahanan Bareskrim. Hakim mengeluarkan penetapan penangguhan penahanan," kata pengacara Jumhur, Oky Wiratama dari LBH Jakarta, Jumat (7/5/2021).

Ia mengungkap Jumhur telah bebas pada kemarin Kamis (5/5) pada pukul 17.00 WIB. Jaksa langsung melakukan eksekusi terhadap penetapan hakim.

Oky mengungkap usai permohonan penangguhan tahanannya dikabulkan, Jumhur merasa terharu. Jumhur mengucapkan terimakasih atas dikabulkannya permohonan tersebut.

"Hanya mengucapkan terimakasih kepada Majelis Hakim dan rekan2 kuasa hukum saja," ujarnya.

Dengan ditangguhkan penahanannya, terdakwa Jumhur tidak boleh melarikan diri. Sejumlah tokoh pun telah menjadi penjamin.

"Kalau ditangguhkan penahanannya, statusnya tidak ditahan tetapi tidak boleh melarikan diri dan wajib hadir sidang," ungkapnya.

Diketahui, permohonan penangguhan penahanan yang diajukan oleh terdakwa ujaran kebencian Jumhur Hidayat resmi dikabulkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Jumhur akan segera keluar dari jeruji besi.

Alhamdulillah. Demi Keadilan, semoga penangguhan penahanan itu juga unt pak Syahganda N, juga untuk HRS dkk."Penangguhan penahanan terdakwa Jumhur Hidayat dikabulkan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan," kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Sri Odit Megonondo melalui pesan singkat, Kamis (6/5/2021).

Sebelumnya, politikus Andi Arief, Fadli Zon, bersama 18 tokoh lain menjamin penangguhan Jumhur Hidayat. Mereka meminta Jumhur Hidayat dibebaskan.

"Jumhur Hidayat harus segera dibebaskan dari Rumah Tahanan Negara Bareskrim Mabes Polri," demikian keterangan tertulis LBH Jakarta, Senin (3/5).

Ada pun 20 tokoh nasional yang menjamin penangguhan itu ialah Jimly Asshiddiqie, Hamdan Zoelva, Rizal Ramli, Refly Harun, Ferry Joko Yuliantono, Akhmad Syarbini, Andi Arief, Ahmad Yani, Adhie M Marsadi, Ariady Achmad.

Kemudian, Abdul Rasyid, Paskah Irianto, Bambang Isti Nugroho, Harlans Muharraman Fachra, Rizal Darma Putra, Asrianty Purwantini, Rachlan S Nasihidik, Radhar Tri Darsono, Wahyono, dan Andrianto.

LBH Jakarta mengatakan pandangan dari beberapa saksi dalam persidangan, cuitan Jumhur Hidayat merupakan kritik biasa tidak mengandung SARA dan memiliki dampak. Untuk itu lah, LBH meminta Jumhur Hidayat dibebaskan.

"Oleh karenanya berdasarkan hal tersebut, sebanyak 20 tokoh nasional bersedia menjadi penjamin dalam penangguhan penahanan Jumhur Hidayat dan mendesak agar majelis hakim segera membebaskan Jumhur Hidayat," ujarnya dinukil detik.com.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto