Netral English Netral Mandarin
banner paskah
00:36wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Pendirian Universitas Status Negeri di Tapanuli Raya Makin Mengerucut

Sabtu, 06-Maret-2021 07:12

Webinar bertajuk Kolaborasi Hadirkan Universitas (Kristen) Negeri di Bona Pasogit
Foto : Istimewa
Webinar bertajuk Kolaborasi Hadirkan Universitas (Kristen) Negeri di Bona Pasogit
40

TAPANULI UTARA, NETRALNEWS.COM - Penggelaran Webinar dengan Judul Kolaborasi Hadirkan Universitas (Kristen) Negeri di Bona Pasogit yang diinisiasi oleh Pendiri Yayasan Bisukma Bangun Bangsa, Dr.Erikson Sianipar  dan Ketua Umum THH, Dharma  Hutauruk berlangsung dengan lancar.

Para Narasumber dan Penanggap memberi pandangan, masukan dan respon yang didasari oleh referensi dan data serta analisa kuat dan berbasis pengetahuan membuat Webinar ini sangat bermanfaat bagi seluruh peserta dan pemangku kepentingan.

Acara dimulai dengan sapaan MC Cintani Simanjuntak, mahasiswi IPB Bogor kepada semua nara sumber dan seluruh peserta Webinar.

Selanjutnya  Erikson Sianipar, memperkenalkan Organisasi THH dan Bisukma Bangun Bangsa yang memiliki keinginan dan komitment  kuat memberi dukungan kepada pemangku kepentingan mengakselerasi pembangunan di Tapanuli Raya khususnya di Kabupaten Tapanuli Utara. Disampaikan bahwa kedua organisasi ini memiliki nilai-nilai yang relatif sama dan memiliki sejumlah program strategis di bidang Pendidikan, pertanian, ekonomi kreatif/UMKM, Kesehatan dan kegiatan sosial. 

Melaksanakan program edukasi masyarakat melalui webinar dengan beragam topik, BISUKMA BANGUN BANGSA menjadi salah satu Organisasi yang tergabung dengan Program Organisasi Penggerak (POP) Kemendikbud ,pembinaan kepada para petani, percontohan di bidang pertanian, kegiatan sosial melalui aksi bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan bantuan lainnya ke PEMKAB dan masyarakat Tapanuli Utara.

Program dijalankan dengan pendekatan SINERGY  Pentahelix, dengan harapan agar seluruh  elemen punya kesadaran bersama untuk sama-sama maju dan bahu membahu memberi kontribusi nyata untuk kemajuan  bona pasogit atau Tapanuli Raya.

Sebelum Webinar berlangsung, Erikson Sianipar menekankan Kembali  pentingnya semua elemen berkalobarasi Hadirkan Universitas (Kristen) Negeri di Bona Pasogit.

Menghadirkan Universitas status Negeri yang Unggul di Tapanuli Raya  adalah harapan dan keinginan bersama . Kita semua memiliki Concern bersama yaitu meningkatan kualitas  SDM, meningkatkan ekonomi, terbukanya Tapanuli Raya ke akses ilmu pengetahuan sekaligus membangun TRIANGLE Pembangunan yaitu : Academic, Business dan Government (ABG). Pengajuan Universitas status negeri harus  mempertimbangkan kesiapan sumber daya dan antispasi atas perkembangan peradaban sehingga mampu beradaptasi dengan  setiap perubahan dan tuntutan zaman sekaligus menjawab masalah yang ada dan kebutuhan masa yang akan datang. 

Webinar dimulai diawali dengan paparan Dirjen Bimas Agama Kristen, Prof. Thomas Pentury  menegaskan bahwa IAKN memiliki mandat utama menyelenggarakan Pendidikan bidang keagamaan.  Menjawab  kebutuhan ke depan IAKN ( 2021-2024) mungkin  bertransformasi dengan mandat yang diperluas (Wider Mandate) menjadi universitas yang tidak hanya mempelajari teologi tapi juga ilmu bidang lain. Menyiapkaan prodi dengan  mandat yang diperluas harus bekerjasama dengan kemendikbud. Prof.Thomas Pentury  menegaskan bahwa proses transformasi sebaiknya mengikuti norma-norma yang ada, terencana dengan baik  sehingga transformasi menjadi Universitas menjadi matang. 

Prof. Amin Abdulah, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga, Yokyakarta berbagi ( menjadi benchmark)  tentang totalitasnya saat menjdai Rektor IAN mendorong IAN bertransformasi menjadi UIN. Menghadapi tantangan luar biasa ( diragukan )  baik dari internal kampus maupun dari eksternal termasuk masyarakat. Proposal ajuan menjadi Universitas yang berisikan Transformasi Fisik, Transformasi Kelembagaan, Transformasi Akademik dan Transformasi Keilmuan/Intelektual dengan argumen yang genuine membuat Pemerintah memutuskan IAN menjadi Universitas. Penguatan mandat utama dengan mata kuliah agama dan pengayaan mandat yang diperluas dengan mata kuliah non-teologi menjadikan UIN mendapat hati di masyarakat luas.  Mengintegrasikan hubungan agama dengan ilmu pengetahuan menjadi pendekatan yang dianut agar pengetahuan tinggi dan wawasan kebangsaan menjadi capaian dari setiap alumninya.

Prof.Amin juga menegaskan perlunya menyusun milistones mulai dari pendirian universitas beserta prodi-prodi yang dimiliki, sampai bisa bersaing secara nasional.

Wakil Bupati Tapanuli Utara, Sarlandi Hutabarat,SH. menegaskan bahwa pemerintah berkewajiban untuk menjawab tantangan saat ini dan masa yang akan datang melalui penguatan SDM dengan menghadirkan Universitas Negeri di Tapanuli Raya. Berharap Universitas Negeri tersebut memiliki Fakultas ataupun Prodi Unggulan . Pemkab Tapanuli Utara tidak mempersoalkan Nomenklatur apakah Universitas Kristen Negeri atau Universitas Negeri, yang utama kehadiran Universitas ini harus dapat menjawab persoalan yang ada di Tapanuli Raya. Transformasi keilmuan yang berwawasan kebangsaan menjadi hal yang sangat penting dilaksakan guna menjaga agar Universitas memiliki keunggulan atau keunikan.

Berharap masyarakat Tapanuli Raya tidak lagi berpolemik tentang Nomenklatur Universitas Kristen ataupun Universitas Negeri Tapanuli Raya ( UNTARA), karena sesungguhnya tujuan kita adalah sama menginginkan hadirnya Universitas yang akan menjadi kemudi/arah Tapanuli Raya dalam membangun generasi masa depan yang lebih baik.

Rektor IAKN Tarutung yang memberi mandat kepada Dosen Ahli IAKN Tarutung  Dr. Wilmar Simandjorang menggambarkan  relasi pendidikan agama Kristen di tapanuli utara dengan sejarah/historis, pilosofi dan Budaya. IAKN menyadari pentingnya keilmuan dan teknologi  berbasis teologi yang akan menjawab tantangan ke depan menjadi spirit dalam melakukan transformasi. Proposal Rencana Transformasi IAKN menjadi UKN didasari oleh landasan hukum yang kuat dan juga telah berisikan  unsur-unsur yang dipersyaratkan dan melalui kajian (studi kelayakan). Meminta agar seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung proses transformasi ini dengan memberi masukan agar keputusan pemberian ijin hadirnya Universitas Kristen Negeri dapat segera terwujud.

Guru Besar USU Medan, Prof.Sukaria Sinulingga mengingatkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menghadirkan  Universitas yang akan menghasilkan SDM Unggul dalam di Tapanuli Raya.  Transformasi yang akan dilakukan harus memperhatikan faktor factor apa  saja yang membentuk SDM Unggul sehingga produk Universitas tersebut dapat diterima oleh pasar dengan baik, untuk itu sangat perlu menghadirkan prodi unggulan. SDM Unggul harus dekat dengan teknologi digital agar relevan dengan kebutuhan dunia industry dan dunia usaha sesuai dengan kebutuhan Revolusi Industri 4.0.

Demikian juga Universitas harus bisa beradaptasi dengan kebijakan Kampus Merdeka.

Agar strategi dan kebijakan Transformasi ini dapat berjalan dengan baik, maka Ketersediaan Sumber Daya baik tenaga pendidik, infrastruktur, keuangan, teknologi dan fasilitas serta Kerjasama dengan dunia industri dan dunia usaha menjadi  faktor yang harus direncanakan dengan baik. 

Selanjutnya Dr. Sahat Simorangkir menggugah  kembali bahwa semangat kita sama seperti yang sudah ditegaskan oleh Wakil Bupati Tapanuli Utara yaitu menghadirkan Universitas yang Unggul di Tapanuli Raya. 

Diingatkan bahwa penyiapan Universitas status Negeri adalah sangat kompleks, untuk itu perlu pemantapan strategi jangka pendek, menengah dan jangka panjang yang sudah menkonsiderasi ketersediaan sumber daya, standarisasi, pengembangan penelitian serta budaya unggul, agar kelak bayi (universitas ) yang akan lahir dapat menjawab tantangan yang ada dan berkelanjutan.  

Penanggap terakhir Dr.Paul Tobing membandingkan tranformasi IAKN Tarutung menjadi UKN dengan transformasi IAKN menjadi UNTARA. Sehingga dia berpendapat bahwa UKN lebih mudah /layak direalisasikan dari pada menjadi Universitas Negeri berdasarkan aspek yang diperbandingkan, antara lain:  durasi transformasi, kebutuhan dana, dampak sosial, kesejaraan , regulasi , dampak ekonomi, antisipasi Propinsi Tapanuli.

Dr.Paul L.Tobing mengingatkan agar IAKN dapat mengantisipasi tantangan Revolusi Industri 4.0 (society 5.) dimana occupational category berubah sekali lima tahun yang mensyaratkan kemampuan belajar manusia yang tinggi agar dapat beradaptasi dengan perubahan yang sulit diprediksi. Kemampuan belajar yang tinggi dari para lulusannya dapat dibangun dengan memasukkan kurikulum Liberal Arts (teologi, filsafat, seni, olah raga, musik, rhetoric) pada setiap prodi.

Diharapkan UKN menjadi Universitas Kristen Pertama yang memiliki dimensi sosial dan politik yang strategis dalam mentransformasikan budaya internal, brand, visi dan revitalisasi nilai-nilai Kristen dalam proses belajar mengajar UKN.UKN juga dapat menjadi jawaban bagi kerinduan Pemkab Taput akan adanya Universitas Negeri di Tapanuli Raya, karena UKN wajib membuka prodi-prodi non agama yang dapat disesuaikan dengan rekomendasi Pemkab Taput.

Dirjen Dikti yang diwakli oleh  Dr. Ridwan Anzib, Direktur Kelembagaan Pendidikan Tinggi Kemendikbud RI menyampaikan bahwa Kemendikbud mendukung opsi mana saja yang dipilih, dimana bila memilih menjadi Univestitas Kristen Negeri (UKN) menjadi domain Menteri Agama, bila pilihannya mentransformasikan IAKN menjadi Universitas Tapanuli Utara (UNTARA) menjadi domain Kementerian Agama dan Kemendikbud, namun setelah transformasi selesai maka pengelolaannya dibawah Kelola Kemendikbud. Disampaikan juga usulan ini sedang dibahas di pemerintah pusat. 

Dr. Damelina B Tambunan, Ketua Paska Sarjana MM Universitas Ciputra yang memoderasi perjalanan  webinar menyampaikan “ Some Talke Away “ buat seluruh perserta  siap yaitu :Road map capaian yang jelas dalam mencapai universitas berstatus negeri perlu disiapkan agar lebih terukur timeline nya.IAKN Tarutung siap bertransformasi menjadi UKN yang berkualitas dan siap berkolaborasi Harapan bersama agar Universitas status Negeri segera disetujui Universitas status Negeri harus ada di Tapanuli Raya untuk menjawab persoalan-persoalan kemanusiaan, sehingga fokuslah pada keahlian Revolusi Industri 4.0 pada profil alumni yang akan dibentuk. 

Webinar diakhiri dengan ucapan terimakasih dari Ketua THH, Dharma Hutauruk  kepada para Narasumber dan kepada peserta serta ditutup dengan doa bersama. 

Dengan semakin mengerucutnya rencana Hadirnya Universitas Status Negeri seperti apa rencana aksi berikutnya dari THH dan Bisukma ?. 

Erikson Sianipar menyampaikan bahwa kedua Organisasi Sosial ini punya niat mengawal  terus prosesnya sampai terbitnya ijin Universitas status Negeri di Tapanuli Raya , diharapkan kolaborasi dari kelompok pengusul segera terjadi untuk  pembahasan program jangka pendek, menengah dan jangka panjang, antara lain : penyiapan Fakultas dan Prodi unggulan  serta kebutuhan lainnya seperti dosen, anggaran, infrastruktur, fasilitas lainnya, standarisasi dan Kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industry. 

Reporter : Nazaruli
Editor : Nazaruli