Netral English Netral Mandarin
21:59wib
Putri salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates yakni Jennifer Gates, sudah resmi menikah dengan pacarnya. Ia menikah dengan pria muslim dari Mesir bernama Nayel Nassar. Tim bulu tangkis putri China menjadi juara Piala Uber 2020 setelah mengalahkan Jepang pada final yang berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021) dini hari WIB.
Pendukung Rizieq Ricuh, Guntur Ingatkan Bahaya Pelihara Kelompok Preman Berjubah

Rabu, 14-Juli-2021 17:40

Politisi PSI Guntur Romli
Foto : Istimewa
Politisi PSI Guntur Romli
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi PSI Guntur Romli menyoroti aksi pendukung eks pentolan FPI Habib Rizieq Shihab (HRS) yang berunjuk rasa di Kejaksaan Negeri Tasikmalaya, Jawa Barat pada Senin (12/7/2021).

Dalam aksi yang menuntut pembebasan Rizieq Shihab itu, massa merusak 3 mobil dinas Polres Tasikmalaya, hingga melempari aparat dan Kantor Kejaksaan Negeri Singaparna dengan batu.

Menurut Guntur Romli, peristiwa demikian terjadi karena selama ini FPI di wilayah tersebut dirawat bahkan dijadikan koalisi politik, sehingga ormas yang telah dibubarkan pemerintah itu tumbuh subur dan merasa punya kekuatan. 

"Di kawasan ini, selama ini FPI ada yang rawat, bahkan dijadikan koalisi politik. Setelah membesarkan sekarang mereka berbalik menyerang," tulis Guntur Romli di akun Twitter-nya, Selasa (13/7/2021).

Untuk itu, Guntur mengingatkan para politisi atau parpol agar jangan bermain-bermain apalagi berkoalisi dengan kelompok preman berjubah dan kelompok radikal, karena suatu saat mereka bisa balik menyerang tuannya.

"Jangan pernah bermain-main apalagi berkoalisi dengan kelompok preman berjubah dan kelompok radikal, suatu saat mereka akan menyerang tuannya, sebagaimana Osama Bin Laden, Mujahidin, Al-Qaidah & ISIS pada akhirnya menyerang tuannya," cuit @GunRomli.

Sebelumnya diberitakan, massa terlibat bentrok dengan aparat saat menyampaikan tuntutan pembebasan HRS di Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya.

Dalam peristiwa tersebut, 3 mobil dinas Polres Tasikmalaya dirusak massa, Kantor Kejaksaan Negeri Singaparna dilempari batu hingga mengakibatkan seorang polisi mengalami luka di bagian tangan.

Polisi telah mengamankan 31 orang terkait kericuhan itu. Polisi menyebut sebagian massa aksi unjuk rasa menuntut pembebasan Habib Riziq Sihab ini merupakan pengangguran, anak punk hingga kelompok bermotor.

"Kami dalami ternyata mereka sebagian adalah pengangguran, ada anak punk ada anak genk motor," kata Kepala Satreskrim Polres Tasikmalaya, AKP Hario Prasetyo Seno, Senin (12/7/2021).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli