Netral English Netral Mandarin
01:48 wib
Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid berencana melaporkan seorang peramal, Mbak You, terkait ramalan Jokowi lengser dari jabatan presiden pada 2021. Peneliti menyatakan varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan (Afsel) tidak mempengaruhi kerja vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech.
Apresiasi Ketegasan Polisi, Pengamat: Manuver Rizieq Sudah Lampaui Batas

Selasa, 15-December-2020 22:00

Wempy Hadir, pengamat politik.
Foto : Istimewa
Wempy Hadir, pengamat politik.
0

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengamat politik Wempy Hadir mengapresiasi langkah Polda Metro Jaya menangkap dan menahan tersangka kasus pelanggaran protokol kesehatan, Habib Rizieq Shihab (FPI).

"Saya mengapresiasi langkah dari kepolisian yang bertindak berani menangkap yang bersangkutan," kata Wempi kepada netralnews.com, Selasa (15/12/2020).

Menurutnya, langkah Polda Metro Jaya sangat tepat karena sudah beberapa kali Habib Rizieq berusaha menghindar dari berbagai kasus hukum yang menjeratnya. Bahkan, lanjutnya, Habib Rizieq sempat melarikan diri ke Arab Saudi saat sejumlah kasus yang menyeretnya diproses polisi.



"Karena kita tahu yang bersangkutan melakukan kesalahan bukan kali ini saja. Sebelum dia melarikan diri ke Arab itu polisi sudah pernah mencoba memeriksa yang bersangkutan dalam beberapa kasus, namun dia lari dan sebagainya," ujar Wempi.

"Jadi saya kira sudah tepat apa yang dilakukan Polda Metro Jaya, dan ini perlu beri apresiasi kepada pihak kepolisian dalam hal ini Kapolda Metro Jaya yang dengan sikap berani dan tegas untuk menegakkan keadilan dan hukum terhadap siapa saja," sambungnya.

Wempi menambahkan, penetapan tersangka dan penahanan pentolan Front Pembela Islam (FPI) itu membuat publik merasa bahwa penegakan hukum tidak tebang pilih.

"Jadi tidak ada tebang pilih bahwa dia orang kuat atau orang kecil. Jadi masyarakat melihat ada penegakkan hukum, ada keadilan tanpa pandang bulu terhadap siapapun. Saya kira ini pesan kepada publik yang disampaikan oleh Kapolda Metro Jaya," ungkapnya.

Wempi juga berpendapat, tindakan tegas terhadap Habib Rizieq merupakan langkah pemerintah dalam mencegah terjadinya konflik horizontal akibat manuver Habib Rizieq selama ini yang kerap membuat narasi-narasi yang berpotensi menimbulkan kekacauan.

"Saya kira penangkapan ini juga sebagai bentuk tindakan preventif dari pemerintah sehingga tidak meluasnya gerakan sosial, kekacauan sosial, konflik horizontal yang bisa saja ditimbulkan oleh narasi-narasi ataupun hasutan-hasutan yang dilakukan Rizieq Shihab. Kita tahu kan selama ini narasi-narasi yang dibangun di ruang publik itu kan sangat provokatif," jelasnya.

"Nah, dia (Habib Rizieq) sebagai tokoh masyarakat yang lumayan banyak juga pengikutnya, kalau tidak dikontrol maka dia akan terus melakukan tindakan-tindakan serupa, dan tindakannya sudah melampaui batas dan menuju ke kerusakan sosial, konflik horizontal," tandas Wempi.

Karenanya, Direktur Indopolling Network itu menegaskan, apa yang dilakukan Polda Metro Jaya semata-mata demi keselamatan bangsa dan negara dari kerusakan sosial.

"Jadi saya kira apa yang dilakukan Kapolda Metro Jaya dan jajarannya adalah tindakan terukur dan merupakan tindakan preventif demi keselamatan bangsa dan negara dari kerusakan sosial," papar Wempi.

"Jadi sudah tepat. Ini momentumnya. Karena ini bukan kali pertama yang bersangkutan melakukan provokasi, ujaran kebencian dan sebagainya. Ini kan baru hanya soal protokol kesehatan, belum lagi kasus-kasus yang lain yang selama ini sudah ditangani oleh kepolisian tapi belum optimal maksimal dieksekusi," pungkasnya.

Seperti diberitakan, pada pada Kamis (10/12/2020), Polda Metro Jaya menetapkan enam orang tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan di acara penikahan putri Habib Rizieq pada 14  November lalu di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat. Penetapan tersangka dilakukan Polda Metro Jaya setelah gelar perkara pada Selasa (8/12/2020).

Keenam tersangka itu adalah Habib Rizieq selaku penyelenggara acara, Haris Ubaidillah selaku ketua panitia acara, sekretaris panitia inisial A, MS selaku penanggung jawab bidang keamanan, SL selaku penanggung jawab acara dan HI selaku seksi acara.

Habib Rizieq kemudian mendatangi Polda Metro Jaya pada Senin (12/12/2020) sekitar pukul 10.25 WIB, untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Ia sebelumnya sempat mangkir dari dua panggilan pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Setelah menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 12 jam, Habib Rizieq akhirnya ditahan Polda Metro Jaya pada Minggu (13/12/2020). Habib Rizieq ditahan di Rutan Ditres Narkoba Polda Metro Jaya selama 20 hari ke depan atau sampai 31 Desember 2020.

Dalam kasus ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus menyebut Habib Rizieq Shihab dijerat pasal 160 dan 216 KUHP.

Pasal 160 KUHP berisi tentang Penghasutan untuk Melakukan Kekerasan dan Tidak Menuruti Ketentuan Undang-undang, dengan ancaman enam tahun penjara. Sedangkan Pasal 216 ayat 1 KUHP tentang Menghalang-halangi Ketentuan Undang-undang.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Irawan HP