Netral English Netral Mandarin
13:23wib
Pemerintah batal menerapkan aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3 untuk seluruh wilayah Indonesia pada periode Natal dan Tahun Baru. Pemerintah akan memperketat syarat perjalanan jarak jauh dalam negeri selama Natal dan Tahun Baru.
Penemuan Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Menurun Drastis

Rabu, 27-Oktober-2021 06:30

Kadinkes DKI, Widyastuti
Foto : Istimewa
Kadinkes DKI, Widyastuti
25

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Penemuan kasus secara aktif Covid-19 (active case finding/ACF) di Ibu Kota menurun drastis. Meski kapasitas testing ditingkatkan hingga 12,7 kali standar yang ditetapkan WHO, kasus positif hanya bertambah 37 kasus dari 19.306 orang yang dites untuk mendiagnosis kasus baru pada Selasa (26/10/2021) ini.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, kasus aktif Covid-19 telah menurun, dan kini berada di bawah 1.000 kasus, tepatnya 927 kasus aktif. Terakhir kali kasus aktif Jakarta di bawah 1.000 kasus, yaitu pada 5 April 2020 sebanyak 964 kasus aktif.

“Kami menggencarkan ACF baik itu di sekolah, perkantoran, asrama, panti asuhan, mal dan lain-lain. Alhamdulillah, data ACF di semua lokasi telah menurun, dari semula 4,4 persen per 24 September 2021, turun menjadi 3 persen per 25 Oktober 2021,” kata Widyastuti berdasarkan keterangannya pada Selasa (26/10/2021).

Menurutnya, salah satu yang menjadi sorotan publik adalah ACF yang dilakukan di sekolah untuk mencegah laju penularan. ACF di sekolah juga dilakukan untuk melihat efektivitas pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah pandemi.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, ACF di sekolah turut mengalami penurunan. Dari semula empat persen pada 25 September menjadi 2,3 persen pada 25 Oktober.

Pelaksanaan ACF di sekolah tersebut telah sesuai instruksi Kementerian Kesehatan RI. Untuk ACF dilakukan pada minimal 10 persen dari sekolah yang melakukan PTM, mencakup 10 persen pendidik dan tenaga kependidikan, dan 10 persen peserta didik.

“Kaidah 10 persen ini sebagai upaya menguatkan surveilans untuk mencegah lonjakan kasus yang tidak terkendali,” ungkapnya.

Kata dia, Dinkes juga meningkatkan ratio tracing. Per 24 Oktober 2021, ratio tracing di Jakarta sebesar 15,72, yang mana berarti satu kasus positif dilacak dan dilakukan PCR kepada rata-rata 15-16 orang yang berkontak erat.

Dalam melakukan tracing atau pelacakan, Dinkes melibatkan dengan berbagai pihak, seperti kader Dasawisma, TNI/Polri, dan lain-lain. “Untuk persentase kasus positif atau positivity rate mingguan masih jauh di bawah 5 persen yang menjadi standar WHO, di Jakarta sebesar 0,4 persen,” imbuhnya.

Dia menambahkan, pada 18-24 Oktober 2021, testing PCR dilakukan sebanyak 146.380, dengan kasus mingguan sebanyak 710. Meski terjadi kenaikan testing PCR sebanyak sembilan persen dari minggu sebelumnya, tetapi kasus yang ditemukan menurun sebesar 32 persen.

Penurunan jumlah kasus positif ini tentu tak lepas dari manfaat vaksinasi Covid-19. Adapun cakupan vaksinasi Covid-19 KTP DKI Jakarta per 25 Oktober 2021 untuk dosis 1 sebanyak 7.187.310 (86 persen) dan dosis 2 sebanyak 5.718.827 (68 persen) dari total penduduk DKI Jakarta.

Selain vaksinasi, Widyastuti mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap penularan virus ini dan melakukan deteksi dini. Vaksinasi dan deteksi dini berperan penting dalam mencegah timbulnya keparahan dan kematian.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, kematian positif Covid-19 seminggu terakhir meningkat, dari yang semula persentase kematian sebesar 0,4 persen pada 17 Oktober 2021 menjadi 0,7 persen pada 24 Oktober 2021.

“Jika ada gejala, masyarakat harus segera berobat dan melakukan pemeriksaan PCR untuk mencegah kefatalan dan dpt dipantau segera oleh petugas kesehatan. Apalagi, Covid-19 pada anak seringkali tidak menunjukkan gejala atau justru gejala lain, seperti diare/keluhan saluran pencernaan,” tuturnya

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani

Berita Terkait

Berita Rekomendasi