Netral English Netral Mandarin
06:01 wib
Polisi akan mengumumkan hasil gelar perkara kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) dalam acara yang dihadiri oleh selebriti Raffi Ahmad pada Kamis (21/1). Komisi III DPR menyetujui penunjukan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri, setelah mendengarkan pendapat fraksi-fraksi dalam rapat internal Komisi III DPR.
Pengabdian Tanpa Henti di Tengah Pandemi: Kisah Para Pendamping Lansia

Jumat, 25-December-2020 19:20

Kisah pendamping lansia
Foto : Humas Kemensos
Kisah pendamping lansia
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Pandemi COVID-19 belum usai, namun bukan berarti pengabdian berhenti begitu saja. Lewat program Kementerian Sosial yang bertajuk Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), seorang wanita pekerja sosial di Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (BRSLU) “Budhi Dharma” Bekasi, buktikan pengabdian tanpa henti itu. 

ATENSI sendiri dibuat dengan latar belakang penghormatan, perlindungan, pemenuhan hak-hak kaum lansia dan merupakan perubahan pendekatan, tidak hanya berbasis residensial, tetapi juga berbasis keluarga sekaligus komunitas.

Nawula (52), sebagai Pekerja Sosial Ahli Pertama yang sudah bertugas selama 28 tahun menceritakan bagaimana suka dan dukanya selama mengabdi. 



“Kalau ada nenek yang sakit, walau itu tengah malam, saya harus turun untuk mengantarkannya ke rumah sakit,” katanya. 

Walau begitu, dia menambahkan, jika apa yang ia lakukan, dengan mengurus nenek-nenek adalah sebuah penghargaan dan ia senang melakukannya. 

“Ini sebuah penghargaan, saya puas mengurus nenek-nenek dengan baik. Saya juga bertugas disini sangat senang,” tambahnya. 

Memandikan para lansia dan menyuapi makanan mereka adalah beberapa kegiatan yang dilakukannya. 

“Apapun tugas yang ada disini, saya tidak pernah menolaknya. Seperti memandikan nenek-nenek dan menyuapi makanan, saya lakukan itu semua, karena saya bekerja dengan hati,” jelasnya. 

Lain halnya dengan Umi Mahmudah Nuryani, psikolog yang sudah 15 tahun bertugas, khususnya untuk konseling lansia. 

“Saya orang yang pertama kali dihubungi kalau ada konflik antar lansia, namun kami tetap bekerjasama dengan pekerja sosial,” ujarnya. 

“Kalau ada masalah dengan lansia, kita langsung terjun ke lapangan dan kita selesaikan secara individu dulu, baru kelompok,” tambahnya. 

Penyuluh sosial juga dilibatkan, untuk memberikan penyuluhan dalam rangka pengubahan perilaku seperti pengetahuan, sikap dan keterampilan.

"Dengan memberikan motivasi, penyuluh juga mendorong kesadaran lanjut usia untuk ikut aktif dan kooperatif dalam kegiatan yang disediakan  oleh Balai Lansia Budhi Dharma Bekasi  agar lansia dapat merasakan dirinya tetap sehat, aktif, dan bermanfaat untuk diri dan orang lain disekitarnya sehingga menumbuhkan kebersamaan para lansia dalam Balai." Imbuh Penyuluh

Mengingat jangkauan layanan yang sangat luas  16 provinsi seluruh Sumatera dan Jawa, BRSLU “Budhi Dharma” tidak hanya bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Provinsi, Kabupaten dan Kota), melainkan juga bekerja sama dengan LKS Lansia (PUSAKA), pegiat lansia, pendamping lansia, TKSK, Tagana serta seluruh elemen masyarakat.

Selama ini, lansia di Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (BRSLU) “Budhi Dharma” Bekasi diajak untuk produktif, dengan melakukan kegiatan-kegiatan, salah satunya adanya sharing yang dilakukan secara rutin. Sebelum adanya pandemi COVID-19, kegiatan-kegiatan rutin dilakukan BRSLU. Namun, saat ini lebih fleksibel. 

“Biasanya terjadwal, seperti senam pagi sampai pemeriksaan psikologis. Namun, karena menghindari kerumunan, paling kita dampingi saat nonton televisi atau mendengarkan musik tanpa melupakan protokol kesehatan,” ujarnya.

Lebih lanjut Umi menjelaskan, “Kegiatan pengajian kadang dilakukan ditaman agar tetap bisa menjaga jarak dan juga di mushola dengan menerapkan protokol kesehatan,” imbuhnya.

“Protokol kesehatan harus aktif dilakukan, dan selama pandemi mereka tidak boleh keluar karena lansia rentan,” katanya.

“Mereka mau mematuhi, tapi kadang-kadang suka lupa kalau pakai masker,” tambahnya. Walau kegiatan berkumpul berkurang, Umi menjelaskan, jika segala aktivitas selalu terekam, lewat CCTV yang menjadi fasilitas BRSLU, sehingga jika ada kejadian tertentu bisa langsung datang.

Karenanya Yunita (71), sebagai Pemerlu Pelayanan Kesejahteraaan Sosial (PPKS) mengatakan jika fasilitas di BRSLU sudah baik. 

“Saya bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah karena seluruh fasilitas cukup baik. Protokol kesehatan seperti mencuci tangan juga selalu dilakukan,” katanya.  

Tak hanya protokol kesehatan, pemeriksaan rutin juga kerap dilakukan BRSLU terhadap para lansia, lewat tim kesehatan yang dimiliki. 

Aktivitas di masa pandemi tetap dilakukan agar tidak jenuh, seperti halnya Rodi (62) sebagai PPKS seperti Yunita, ia melakukan banyak hal di BRSLU. 

“Kita cari-cari aktivitas, agar tidak jenuh. Namanya kakek-kakek semua, kadang aku bantuin nyuci, ngambilin nasi. Ke musholla, pengajian, dan aku juga ngurusin jeruk di taman,” jelasnya. 

Sepanjang 2020, terutama pada awal pandemi COVID-19, sampai saat ini sudah ada 15.072 orang yang merasakan layanan ATENSI. Baik melalui keluarga, komunitas dan residensial.

Kepala Balai BRSLU Budhi Dharma Bekasi, Drs. Pujiyanto menjelaskan bagaimana harapannya untuk layanan ATENSI dari Kementerian Sosial ini. 

“Inilah yang sedang kita lakukan yaitu ATENSI, mudah-mudahan dengan adanya ATENSI ini, kami bisa memberikan layanan yang terbaik terhadap Penerima Manfaat lanjut usia.” jelasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani