Netral English Netral Mandarin
banner paskah
01:07wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Pengamat: Blunder Jokowi Turunkan Kepercayaan Masyarakat, Ring Satu Harus Dievaluasi

Selasa, 09-Maret-2021 17:15

Pengamat komunikasi politik Jamiluddin Ritonga
Foto : Istimewa
Pengamat komunikasi politik Jamiluddin Ritonga
21

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengamat komunikasi politik Jamiluddin Ritonga mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) belakangan ini beberapa kali melakukan blunder. Contohnya, kasus Perpres tentang investasi miras dan pernyataan Jokowi soal benci produk asing.

Menurut Jamiluddin, hal itu seharusnya tidak boleh terjadi bila orang-orang lingkaran dekat atau ring satu Presiden Jokowi sangat selektif terhadap semua hal yang keluar dari istana.

"Mereka ini harus mempertimbangkan secara komprehensif dan integratif setiap kebijakan yang akan diambil Presiden Jokowi. Bahkan idealnya harus didukung kajian intelijen dan analisis situasi nasional dan global," kata Jamaluddin dalam keterangan tertulis, Selasa (9/3/2021).

Hal yang sama, lanjut Jamaluddin, juga berlaku pada pidato dan pernyataan presiden yang ditujukan untuk konsumsi publik. Semuanya harus disaring sehingga yang keluar dari presiden sangat terukur dan dampaknya sudah dapat diperhitungkan sebelumnya.

"Jadi, kalau Presiden melakukan blunder dalam kebijakan dan pernyataan, maka dapat diduga orang-orang di ring satu presiden bekerja tidak maksimal atau tidak menutup kemungkinan mereka memiliki agenda masing-masing," ujarnya.

Jamaluddin menyebut, dalam komunikasi politik, blunder seperti itu tentu dapat menimbulkan ketidakpastian di masyarakat dan setiap ketidakpastian akan memunculkan kebingungan.

"Dalam situasi demikian akan dapat menurunkan kepercayaan masyarakat kepada presiden. Padahal kepercayaan masyarakat sangat dibutuhkan sebagai prasyarat dipatuhinya suatu kebijakan dan diikutinya pernyataannya pimpinan," ungkapnya.

Kalau masyarakat sudah tidak percaya, tambah Jamaluddin, dikhawatirkan kepatuhan masyarakat akan turun drastis. "Hal ini tentu sangat berbahaya manakala rakyat sudah tidak lagi mengikuti kebijakan dan pernyataan presidennya," terangnya.

Karenanya, Jamaluddin berpendapat, Presiden Jokowi harus mengevaluasi orang-orang di ring satunya, agar hal-hal blunder seperti itu tidak terulang kembali.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati