Netral English Netral Mandarin
banner paskah
00:33wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Pengamat: Demokrat Alami Turbulensi Politik, Dukungan Publik Bisa Tergerus, Elektabilitas Merosot

Sabtu, 06-Maret-2021 21:19

Pengamat politik Wempy Hadir
Foto : Istimewa
Pengamat politik Wempy Hadir
22

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengamat politik Wempy Hadir mengatakan, Partai Demokrat tengah mengalami 'turbulensi' politik dan akan menghadapi masa-masa sulit kedepannya pasca-Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) pada Jumat (5/3/2021) kemarin.

Wempy berpendapat, KLB Sumut yang mengukuhkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat 2021-2025 itu, akan mempengaruhi legitimasi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku ketua umum yang dipilih secara aklamasi dalam Kongres V Demokrat pada (15/3/2020) lalu.

"Partai Demokrat sedang masuk dalam turbulensi politik pasca KLB yang digelar di Sumut. Hal ini tentu akan mempengaruhi legitimasi AHY selaku ketua umum yang dipilih secara aklamasi dalam kongres Demokrat beberapa waktu yang lalu," kata Wempy kepada netralnews.com, Sabtu (6/3/2021).

"Akan tetapi munculnya KLB yang diinisiasi oleh kader Demokrat yang ada di luar struktur DPP Demokrat membuat partai ini akan mengalami masa-masa sulit kedepannya," sambungnya.

Menurut Direktur Indopolling Network ini, dualisme kepemimpinan ini akan menggerus dukungan publik kepada Demokrat dan diprediksi elektabilitas partai berlambang bintang mercy itu bakal mengalami penurunan.

"Dualisme yang terjadi saat ini bisa menggerus dukungan publik terhadap Demokrat. Apalagi dalam beberapa kali survei belakangan, elektabilitas Demokrat mengalami tren penurunan. Walaupun beberapa partai lain juga mengalami hal yang sama. Akan tetapi apa yang terjadi pada Demokrat saat ini bisa memicu terjadinya penurunan elektabilitas yang signifikan," ungkapnya.

Lebih jauh, Wempy menyebut, dengan terpilihnya Moeldoko sebagai ketua umum Demokrat versi KLB, bisa terjadi perubahan konstelasi politik. "Tapi mungkin saja membutuhkan waktu yang cukup panjang. Sebab bagaimana pun juga, yang masih mempunyai legalitas secara hukum adalah Demokrat yang dipimpin oleh AHY," jelasnya.

Soal Moeldoko, Wempy menduga mantan Panglima TNI bakal di-reshuffle dari jabatannya sebagai KSP jika kepengurusan Demokrat versi KLB Sumut berhasil memperoleh kekuatan secara hukum.

"Kalau Moeldoko dan punggawa Demokrat versi KLB berhasil memperoleh kekuatan secara hukum, maka saya menduga posisi KSP akan dilakukan reshuffle dan Moeldoko akan diganti," pungkas Wempy.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati