Netral English Netral Mandarin
14:29wib
Komut PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama mengungkap selain menghapus fasilitas kartu kredit bagi direksi, komisaris, dan manajer, juga menghapus fasilitas uang representatif. Terdakwa kasus tes usap palsu RS Ummi Bogor, Rizieq Shihab, akan membacakan duplik pagi ini di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Pengamat Ini Minta Umat Islam Waspadai Manuver China di Palestina

Rabu, 19-Mei-2021 07:00

Pengamat, Amir Hamzah
Foto : Istimewa
Pengamat, Amir Hamzah
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengamat Kebijakan Publik Amir Hamzah meminta masyarakat dunia, khususnya umat Islam, mewaspadai manuver China di Palestina.

Pasalnya, bukan mustahil China memiliki agenda tersembunyi di balik dukungannya kepada negeri Yasser Arafat tersebut di tengah pertikaiannya dengan Israel.

"China secara massif memperlihatkan dukungannya kepada Israel, dan bahkan informasi terbaru menyebutkan China berencana memberikan dana bantuan sebesar US$15 juta atau sekitar Rp213 triliun kepada Palestina untuk digunakan menggarap belasan proyek di Tepi Barat dan Jalur Gaza," katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (18/5/2021).

Menurut pengamat senior itu, rencana China itu perlu dicermati karena selain China punya perjanjian perdagangan bebas dengan Israel, juga karena pada 2014 perusahaan milik pemerintah China, China Bright Food, mengakuisisi Tnuva, perusahaan susu milik pemerintah Israel, dan pada 2015 Shanghai International Port Group mencapai kesepakatan dengan Israel untuk mengelola dua pelabuhan di negara Yahudi tersebut, yakni Pelabuhan Haifa dan Ashdod.

Amir yakin, sebelum memberikan dukungan kepada Palestina, China pasti telah “mempersiapkan” dan memperhitungkannya dengan matang, sehingga sampai hari ini Israel belum terdengar bersuara terkait dukungan China kepada Palestina, meski dukungan China kepada Palestina jelas mencederai keakraban dan kemesraan hubungan mereka.

"Justru yang bereaksi adalah AS (Amerika Serikat), karena ketika melihat China terang-terangan mendukung Palestina, AS langsung menarik pulang 1.200 tentara dan warga negaranya di Palestina, karena AS agaknya dapat membaca makna manuver China itu, yakni ingin agar AS frontal memperlihat dukungannya kepada Israel. AS bahkan kemudian mendorong negara-negara sekutunya seperti Inggris, Jerman dan Prancis untuk menekan Israel dan Palestina agar melakukan gencatan senjata,” kata dia lagi.

Amir mengakui, AS dan China sama-sama sedang berebut pengaruh, dan “permainan” China di Palestina membuat dirinya khawatir.

Sebab, selama ini media menyebut konflik Israel dengan Palestina merupakan konflik antara Israel dengan Hamas dan organisasi-organisasi sayapnya, sementara Fatah yang pro barat dan Israel yang merupakan kelompok kedua terbesar di Palestina, tidak terlibat. Itu sebabnya serangan Israel ke Palestina menyasar kantong-kantong Hamas di Gaza.

Sementara di sisi lain, Hamas oleh AS telah dimasukkan dalam daftar organisasi teroris.

“Kalau nanti bantuan dari China cair, pertanyaannya, dana itu akan diberikan kepada pemerintah Palestina atau kepada Hamas? Kalau kepada Hamas, akan timbul masalah besar karena China bisa dianggap memberi dana ke teroris, dan negara-negara Eropa yang juga sekutu AS sangat anti teroris,” jelas Amir.

Kalau dana bantuan itu diberikan kepada pemerintah Palestina, maka juga akan menjadi masalah karena dana bantuan itu untuk pengerjaan proyek di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang menjadi basis Hamas.

Amir mengaku curiga kalau secara diam-diam dan sistematis, China sepertinya sedang menyiram bensin ke dalam api.

“Karena itu manuver China di Palestina harus diwaspadai. Jika tidak, bisa saja konflik Palestina-Israel berkembang menjadi perang yang lebih dahsyat yang melibatkan banyak negara,” katanya.

Seperti diketahui, konflik Palestina-Israel pecah lagi gara-gara warga Israel mulai memenuhi wilayah Yerusalem Timur, wilayah Palestina yang diduduki Israel, dan mengusir warga Palestina dari sana, termasuk dari Sheikh Aljarrah.

Sejak konflik pecah pada 10 Mei 2021, serangan udara dan artileri Israel ke Kota Gaza telah menewaskan lebih dari 200 orang, termasuk anak-anak, sementara wilayah yang diserang porak poranda.

Hamas dan kelompok-kelompok lain di Palestina, kecuali Fatah, membalas serangan itu dengan menembakkan roket ke kota-kota di Israel, namun sejauh ini hanya 10 warga Israel yang tewas, meski serangan roket itu membuat kota-kota yang menjadi sasaran mengalami kerusakan parah.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Wahyu Praditya P